PEMBERITAAN INJIL DI ERA PENTAKOSTA KETIGA

14 Apr, 2019

Sejak dideklarasikan pada 17-20 Juli 2018 yang lalu pada saat Empowered 21 Asia - Global di SICC, kita memasuki suatu era baru yang disebut sebagai Era Pentakosta Ketiga.
Sebagaimana dijabarkan oleh Gembala Jemaat Induk/Gembala Pembina kita Bpk. Pdt. Dr. Ir. Niko Njotorahardjo, Pentakosta Ketiga adalah :

a. Pencurahan Roh Kudus yang luar biasa pada jaman now yang akan membuat terjadinya penuaian jiwa yang terbesar dan terakhir sebelum kedatangan Tuhan Yesus untuk kali yang kedua.
b. Masa penyelesaian Amanat Agung Tuhan Yesus.
c. Dimulai dengan gerakan anak-anak muda di Indonesia, menyebar ke seluruh dunia dan akhirnya kembali ke Yerusalem.

Terkait dengan masa penyelesaian Amanat Agung Tuhan Yesus, Amanat Agung dengan jelas dinyatakan dalam :
Matius 28:18-20
Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

Markus 16:15-18
Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh."

Jika kita mempelajari dua bagian ayat tersebut diatas, ada 2 aspek penting sehubungan dengan Amanat Agung:

1. Amanat Agung adalah Pengutusan Murid-Murid Yesus untuk Memberitakan Injil.

"...pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku" (Matius 28:19)

"...Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah injil..." (Markus 16:15)

Kata "pergilah" yang tercantum dalam kedua ayat tersebut diatas adalah kata kerja aktif. Kita sebagai murid-murid Tuhan Yesus harus melakukan ini, artinya secara aktif, siapapun kita (bukan hanya penginjil yang berkarunia menginjil saja) yang disebut sebagai orang percaya, murid-murid Kristus harus memberitakan injil, minimal kepada orang-orang yang ada disekitar tempat tinggal, tempat usaha, sekolah/kampus/kantor kita.

Mereka yang hatinya 'berkobar-kobar', menyala dengan Api Pentakosta Ketiga tentu tidak tahan untuk tidak memberitakan injil sekalipun mengalami aniaya, tekanan, intimidasi dan penderitaan seperti yang dialami oleh Yeremia.

"Engkau telah membujuk aku, ya TUHAN, dan aku telah membiarkan diriku dibujuk; Engkau terlalu kuat bagiku dan Engkau menundukkan aku. Aku telah menjadi tertawaan sepanjang hari, semuanya mereka mengolok olokkan aku. Sebab setiap kali aku berbicara, terpaksa aku berteriak, terpaksa berseru: "Kelaliman! Aniaya!" Sebab firman TUHAN telah menjadi cela dan cemooh bagiku, sepanjang hari. Tetapi apabila aku berpikir: "Aku tidak mau mengingat Dia dan tidak mau mengucapkan firman lagi demi nama-Nya", maka dalam hatiku ada sesuatu yang seperti api yang menyala-nyala, terkurung dalam tulang-tulangku; aku berlelah-lelah untuk menahannya, tetapi aku tidak sanggup." (Yeremia 20:7-9)

2. Amanat Agung adalah Pemberitaan Injil dengan Kuasa Allah.
"Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah..." (Matius 28:18-19)

"Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku,..."

Dalam Matius 28, Tuhan Yesus mengutus murid-murid pergi dengan memberikan satu jaminan kepada murid bahwa segala kuasa di sorga dan di bumi telah diberikan kepada-Nya, dan DIA menyertai kita yang pergi melaksanakan Amanat Agung-Nya.

Dalam Markus 16, kuasa itu dinyatakan dengan tanda-tanda yang menyertai murid-murid yang pergi memberitakan injil, yakni : mengusir setan-setan demi nama-Ku, berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, memegang ular, dan sekalipun minum racun maut tidak akan mendapat celaka; meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh."

Janji ini bukanlah sekedar janji, tapi Tuhan Yesus menyatakan kuasa-Nya melalui Roh Kudus yang diterima murid-murid pada saat Pentakosta.

"Allah meneguhkan kesaksian mereka oleh tanda-tanda dan mujizat-mujizat dan oleh berbagai-bagai penyataan kekuasaan dan karunia Roh Kudus, yang dibagi-bagikan-Nya menurut kehendak-Nya." (Ibrani 2:4)

Pentakosta yang pertama sedemikian dahsyatnya kuasa Allah dinyatakan dalam pemberitaan Injil, terlebih di era pentakosta ketiga yang jauh lebih dahsyat. Sebab jika pentakosta pertama adalah masa permulaan pelaksanaan amanat agung, maka di era pentakosta ketiga ini adalah masa penyelesaian amanat agung Tuhan Yesus. Penyelesaian Amanat Agung Tuhan Yesus memerlukan pentakosta yang ketiga, yang akan melibatkan generasi Yeremia, yakni generasi anak-anak muda yang berkobar dengan Api Roh Kudus, cinta mati-matian dengan Tuhan Yesus, tidak kompromi terhadap dosa dan melakukan kehendak Tuhan pada jaman Now yaitu menyelesaikan Amanat Agung Tuhan Yesus.