PERCAYA PADA PENYEDIAAN TUHAN

23 Sep, 2018

Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Aku telah mendengar sungut-sungut orang Israel; katakanlah kepada mereka: Pada waktu senja kamu akan makan daging dan pada waktu pagi kamu akan kenyang makan roti; maka kamu akan mengetahui, bahwa Akulah TUHAN, Allahmu." - Keluaran 16:11-12 (TB)


Kalau kita membaca Keluaran pasal yang ke 16 ini ada beberapa fakta yang menarik /unik di dalam nya:

1. Kita melihat betapa baik dan dahsyat dan ajaibnya Tuhan itu. Ia memberikan dan menyediakan manna (roti) secara teratur pada pagi hari dan daging puyuh pada sore hari selama 40 tahun untuk memelihara umat pilihan-Nya. Kalau bukan Tuhan, mana bisa?

2. Fakta ke dua yang menarik adalah: Manna itu ada setiap hari, dari hari Minggu sampai dengan Jumat, tapi pada hari sabat otomatis manna nya berhenti (tidak ada manna). Kalau kita melihat / membaca firman Tuhan dalam Yosua 5:12, manna itu juga otomatis berhenti ketika mereka sudah berada di tanah perjanjian dan makan hasil negeri itu. Kalau bukan Tuhan, mana bisa seperti itu?

3. Fakta ke tiga yang sangat menarik adalah; Mereka hanya boleh mengambil manna secukupnya untuk kebutuhan sehari. Bila disimpan sampai keesokan harinya maka manna tersebut akan berulat dan berbau busuk. Tetapi dalam ayat yang ke 22 dikatakan bahwa pada hari yang ke enam mereka mendapatkan manna itu dua kali lipat (karena hari ke 7 adalah hari Sabat, hari perhentian) - dan yang dahsyatnya kalau pada hari-hari sebelum nya mereka menyimpannya sampai keesokan harinya, maka manna tersebut akan berulat dan berbau busuk, TAPI khusus pada hari ke 7 ini, manna tersebut tidak berulat dan tidak berbau busuk... Woow bukankah ini dahsyat? Kalau bukan Tuhan mana bisa?


Maka pelajaran apakah yang dapat kita ambil dari kisah ini? Dari kisah ini jelas Tuhan sedang mengajar kita umat-Nya untuk percaya sepenuhnya pada pemeliharaan-Nya atas hidup kita. Ia mau kita percaya 100% kepada Nya dan kepada Firman-Nya, dan tidak mengandalkan pengertian kita sendiri. Apakah hal ini mudah? Menurut saya tidak. Buktinya ada dari bangsa Israel yang tetap melanggar firman Tuhan dan pergi keluar pada hari Sabat untuk mencari manna tersebut. Manusia cenderung untuk tidak taat dan memakai kekuatan atau pengertiannya sendiri untuk memenuhi kebutuhannya.

Dalam ayat 4 dikatakan bahwa Tuhan menguji /mencobai mereka apakah mereka mentaati firman-Nya atau tidak. Manna itu hanya boleh diambil secukupnya untuk kebutuhan 1 hari. Lebih dari itu busuk. Mereka diajar untuk sepenuhnya mempercayai hari esok mereka kepada Tuhan.. Tetapi pertanyaannya adalah bagaimana mereka dapat percaya kepada Tuhan? Jawabannya tidak lain adalah kita harus senantiasa bergaul dengan Tuhan dan membaca firman-Nya setiap saat; "Jadi, iman timbul dari pendengaran, pendengaran akan firman Kristus"(Roma 10:17). Kita harus senantiasa membangun kehidupan rohani kita; baca firman, doa, muji nyembah Tuhan.

Biarlah kita tidak seperti bangsa Israel yang bebal dan tidak percaya, sehingga akhirnya mereka tidak dapat memasuki Tanah Kanaan (Ibrani 3:19). Tapi biarlah kita mau memiliki hati yang lembut, hati yang mau percaya kepada-Nya, sehingga pada akhirnya kita selamat, diberkati di bumi dan masuk Surga. TUHAN YESUS MEMBERKATI.