PROSES KEHIDUPAN YANG MELANDA DIBUAT-NYA MENJADI INDAH PADA WAKTU-NYA

26 May, 2019

Semua orang pasti menginginkan kehidupan yang baik, kehidupan yang berjalan lancer tanpa mengalami hambatan, ujian dan pencobaan, atau yang biasa kita kenal sebagai proses kehidupan. Model kehidupan seperti yang diidamkan banyak orang tersebut hanyalah ada dalam dunia mimpi yang penuh dengan angan-angan indah semata. Sebab yang namanya hidup pasti mengalami tantangan dan persoalannya masing-masing.

"Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun, dan kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan; sebab berlalunya buru-buru, dan kami melayang lenyap." (Mazmur 90:10)

Proses kehidupan datang melanda tanpa pilih kasih dan tanpa pandang bulu, semua yang awalnya direncankan dengan baik belum tentu berjalan dengan baik. Lihat bagaimana kehidupan Naomi (Rut 1:1-5), berangkat keluar dari Israel bersama suaminya, Elimelekh serta kedua anak laki-lakinya Mahlon dan Kilyon dikarenakan adanya bencana kelaparan, berharap bisa hidup dengan baik dan terhindar dari kelaparan malah justru suami serta kedua anak laki-lakinya meninggal, tinggallah Naomi sebagai seorang janda yang didampingi oleh Rut, salah seorang menantunya yang setia.

Bagaimana juga dengan Yusuf? Sampai dengan usianya yang ke-17 tahun, sepengetahuan Yusuf, dia tinggal dengan aman dan nyaman dalam pemeliharaan dan perlindungan ayahnya, pekerjaannya adalah mengawasi apa yang dilakukan oleh kakak-kakaknya. Yusuf diperlakukan dengan istimewa dan dia memiliki janji (visi) yang TUHAN berikan melalui mimpi (Kej 37:1-11). Namun kenyataan yang harus dihadapi adalah proses kehidupan yang tidak mengenakan selama 13 tahun, antara lain : dimasukan dalam sumur, dijual sebagai budak, bekerja sebagai budak di rumah Potifar, mengalami fitnah dari isteri potifar, masuk dalam penjara selama kurang lebih 2 tahun.

Belum lagi apa yang dialami oleh Ayub. Seorang pribadi yang saleh, jujur, takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. Bahkan mendapat pujian dari Allah: "Lalu bertanyalah TUHAN kepada Iblis: "Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub? Sebab tiada seorangpun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan." (Ayub 1:8). Siapa yang sangka bahkan untuk seorang yang saleh seperti Ayub mendapatkan proses yang sangat berat. Hanya dalam waktu 1 (satu) hari saja, semua yang dimiliki habis lenyap (Ayub 1:6-19), bahkan dalam pasal-pasal berikutnya kita dapat menyimak bagaimana status sosialnya berubah, bahkan badannya penuh dengan barah (Ayub 2:7-8). Isteri dan sahabat-sahabatnya tidak tahan dan mulai menghakimi Ayub!

Adakah Anda mengalami pengalaman proses penderitaan seperti yang dialami oleh salah seorang tokoh Alkitab diatas? Jika kita, atau saat kita mengalami penderitaan seperti yang mereka alami, apa yang biasanya manusia pada umumnya lakukan?
a. Bersungut-sungut alias berkeluh kesah?
b. Marah dan meninggalkan TUHAN?
c. Merasa TUHAN berlaku tidak adil dan pilih kasih?
d. Mempertanyakan kepada TUHAN mengapa hal ini terjadi dan mengapa harus saya yang mengalami?

Semakin kita memberikan respon yang salah terhadap peroses kehidupan, semakin terpuruk kita dalam kondisi mengasihani diri sendiri yang berdampak pada iman kita kepada TUHAN. Jalanilah setiap proses dengan banyak mengucap syukur serta mendekatkan diri kepada TUHAN sambil kita evaluasi diri dan bertobat. TUHAN pasti menyatakan rencananya yang indah dalam hidup kita.

Masing-masing proses memiliki waktunya tersendiri, dan yakinlah, jika sudah waktu-Nya, semua akan berlalu dan menghasilkan sesuatu yang indah. Sesuatu yang tidak pernah kita pikirkan sebelumnya. Mari kita simak akhir kisah proses hidup mereka:
a. Naomi, proses kehidupan membuat Naomi membawa Rut ke Israel untuk berjumpa dengan Boas serta menjadi salah satu leluhur dalam garis keluarga Raja Daud dan Yesus Kristus dari Yusuf (Matius 1:5-16). Naomi dan Rut hidup dengan sejahtera dalam lindungan dan penebusan Boas.
b. Yusuf, menjadi orang dengan kekuasaan yang sangat besar di Mesir. TUHAN memakai Yusuf untuk memelihara bangsa-bangsa, secara khusus kaum keluarga Israel selama 7 tahun masa kelaparan besar yang menimpa seluruh bumi. (Kej 50:18-20).
c. Ayub, secara pribadi mengenal Allah yang dia sembah selama ini (Ayub 42:1-5), dan apa yang hilang selama proses yang dialami dia terima kembali dua kali lipat ganda (Ayub 42:10).

Segala seauatu akan TUHAN jadikan indah pada waktu-Nya. Ketika Anda mengalami proses, jalani dengan bersyukur dan jangan coba-coba untuk melompat langsung keujungnya, sebab proses kehidupan sangat penting untuk membentuk kita menjadi semakin indah dihadapan-Nya. Amin. (DL)