Re NEW YOUR IDENTITY

07 Jul, 2019

MEMPERBARUI IDENTITAS ANDA
"Sebab seperti orang yang membuat perhitungan dalam dirinya sendiri, demikianlah ia..." (Amsal 23 : 7a)

IDENTITAS diri Anda, bukanlah hanya terbatas pada apa yang KTP Anda mampu tuturkan tentang Anda. KTP atau kartu identitas lainnya yang Anda miliki, hanya menggambarkan sisi manusia lahiriah Anda, dan tidak termasuk manusia batiniah Anda. Padahal, manusia batiniah adalah IDENTITAS "Anda yang sebenarnya". Ya, IDENTITAS adalah totalitas jati diri Anda, yakni apa yang Anda sendiri pikirkan atau apa yang Anda sendiri kenal tentang siapa Anda.

Sejauh mana pemahaman atau sejauh apa pengenalan diri seseorang terhadap dirinya, menentukan akan menjadi seperti apa dirinya. "As a man thinketh in his heart, so is he" ... Beberapa orang selama ini memiliki IDENTITAS diri yang salah, dan hal itu membentuk seperti apa kehidupannya hari ini. Sebab itu, mereka perlu memperbarui IDENTITAS dirinya, karena :

NEW IDENTITY | menentukan bagaimana seseorang menghargai dirinya sendiri
Bila seseorang memiliki IDENTITAS diri yang salah, bisa jadi ia memberi nilai kepada dirinya terlalu terlalu tinggi atau sebaliknya terlalu rendah. Sebagian orang menilai dirinya sendiri terlalu tinggi dan menjadi sombong, tidak mengandalkan Tuhan dan lupa diri. Sebagian orang lainnya menilai dirinya terlalu rendah, sehingga mereka memandang dan memperlakukan dirinya terlalu rendah. Ibarat barang, mereka menghargai dan memperlakukan dirinya seperti barang di rak obralan atau di counter barang-barang SALE up 70%. Padahal seharusnya, mereka layak menempatkan dirinya di counter barang-barang branded dan exclusive.

Agar seseorang dapat menghargai dirinya secara proporsional, ia perlu memandang dirinya seperti Allah memandang dirinya, dan bukan seperti dirinya sendiri memandang dirinya atau memandang dirinya seperti kata orang lain.

Inilah yang firman Tuhan katakan tentang diri Anda :

"Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku , menenun aku dalam kandungan ibuku. Aku bersyukur kepada Mu oleh kerena kejadianku dahsyat dan ajaib ; ajaib apa yang Kau buat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya" (Mazmur 139 : 13-14).

"Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus...bukan dengan barang yang fana,bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus...." (1 Petrus 1 : 18).

"Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?" (1 Korintus 6 : 19).

"Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan yang baru : yang lama sudah berlalu, sesungguh nya yang baru sudah datang" (2 Korintus 5 : 17).

Orang yang memilik IDENTITAS diri yang benar, akan menghargai dirinya sendiri dengan benar serta menyadari bahwa dirinya berharga dan dimampukan dalam hidup dalam kebenaran.


NEW IDENTITY | menentukan bagaimana seseorang dapat menikmati JANJI ALLAH
Menarik untuk mencermati bagaimana 12 orang pengintai itu mengidentifikasikan diri mereka dan mereka terseleksi untuk dapat menikmati janji Allah untuk memasuki Negeri Perjanjian yang mereka dambakan.
10 orang pengintai itu mengidentifikasikan diri mereka "seperti belalang" :

"......kami lihat di sana orang-orang raksasa, orang-orang Enak yang berasal dari orang-orang raksasa, dan kami lihat diri kami seperti belalang, dan demikian juga mereka terhadap kami" (Bilangan 13 : 33).

Namun berbeda dengan 2 orang pengintai lainnya, yakni Yosua dan Kaleb, yang mengidentifikasikan diri mereka sebagai orang-orang yang percaya kepada janji Allah dan yang diperkenan untuk memasuki negeri itu :

"..........TUHAN berkenan kepada kita, maka Ia akan membawa kita masuk ke negeri itu dan akan memberikannya kepada kita, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya. Hanya, janganlah memberontak kepada TUHAN dan janganlah takut kepada bangsa negeri itu, sebab mereka akan kita telan habis." (Bilangan 14 : 8-9 a).

Perhatikan bagaimana mereka mengidentifikasikan diri mereka dan bagaimana akhirnya, yakni bahwa hanya Yosua dan Kaleb lah yang dapat menikmati janji Allah itu. Sementara 10 pengintai dan mayoritas bangsa Israel mengidentifikasi diri mereka "seperti belalang di hadapan raksasa", Yosua dan Kaleb mengidentifikasi diri mereka "seperti raksasa yang siap menelan belalang".

Bagaimana dengan Anda ? Tidak peduli sebesar apapun persoalan yang Anda hadapi dalam bisnis atau kehidupan Anda, kunci kemenangannya adalah bagaimana Anda mengidentifikasikan diri Anda di hadapan TUHAN.

NEW IDENTITY | menentukan RESPON seseorang terhadap PANGGILAN ALLAH
Dalam setiap jaman, dalam setiap generasi, Allah memperdengarkan panggilan-Nya dalam suatu momentum yang belum tentu terulang kembali. Sebab itu,orang-orang pilihan-Nya haruslah responsif menanggapi panggilan-Nya. Persoalannya, TUHAN seringkali harus membereskan dulu masalah IDENTITAS orang-orang pilihan-Nya untuk bersiap merespon panggilan-Nya.Terkadang Ia perlu mengubah nama orang pilihan-Nya, untuk memberinya IDENTITAS baru. Abram diganti menjadiAbraham, "Bapa Banyak Bangsa". Yakub perlu memiliki IDENTITAS baru, yakni Israel, "Pangeran Allah". Simon, Si "Ilalang" perlu menjadi Petrus Sang "Batu Karang" sebagai IDENTITAS barunya.

Anda bisa menambahkan sejumlah nama lainnya,bukan ? Sebut saja Yesaya yang mengindentifikasi dirinya sebagai orang yang najis bibir, atau Yeremia yang merasa terlalu muda dan tidak pandai bicara. Demikian pula ketika TUHAN memanggil Musa dan juga Gideon.

Apapun IDENTITAS lama kita, TUHAN mau supaya itu tidak menjadi alasan untuk kita tidak siap merespon panggilan-Nya, sebab TUHAN siap memberi kita IDENTITAS yang baru , dengan kuasa Roh Nya.

Yehezkiel 36 : 26 -27 ,berkata :
"Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat. Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya"

Bagaimana dengan Anda ?
Sampai Anda mempunyai IDENTITAS yang baru, Anda akan siap merespon panggilan Allah untuk melakukan kehendak-Nya bagi jaman ini.

Our TRUE IDENTITY is found When we stop being "WHO WE ARE" and start becoming "WHO WE WERE" created to be

(Jacobus S. Wibowo)