ROH KUDUS YANG MEMERDEKAKAN

02 Sep, 2018

"Hiduplah sebagai orang merdeka dan bukan seperti mereka yang menyalahgunakan
kemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatan-kejahatan mereka, tetapi hiduplah sebagai

hamba Allah."
(1 Petrus 2 :16)

PENDAHULUAN
Merdeka... Merdeka... Merdeka.... Di Bulan Agustus ini kita merayakan ulang tahun
kemerdekaan bangsa kita, Indonesia. Dan kita percaya bahwa 73 tahun bukanlah usia yang
muda lagi dan semua bisa terjadi karena anugerah Tuhan. Demikian dengan setiap kita,
walau tidak muda lagi tapi masa-masa yang bisa kita lewati semua adalah anugerah Tuhan.
Melewati masa sebelum merdeka kita tahu bahwa hal tersebut dapat terjadi karena adanya
perjuangan. Berjuang untuk bebas dari bangsa-bangsa penjajah, berjuang dari segala
perbudakan yang merusak jiwa. Umas, kita patut bersyukur bahwa kita bisa hidup dalam
kemerdekaan. Dan sekarang pun kita sudah dimerdekakan dari kuasa maut, dari kematian
yang kekal oleh karena darah Tuhan Yesus sudah tercurah bagi hidup kita, dan Kuasa Roh
Kudus yang sudah memeteraikan kita sebagai anak Allah.
ISI
Bagaimana caranya supaya kemerdekaan rohani terjadi dalam kehidupan Umas? Ada
beberapa cara agar mengalami kuasa Roh Kudus yang membebaskan, yaitu :
1. Membuang Segala Kehidupan Dosa (Yesaya 59 : 1-2)
Penghambat dalam hidup kita adalah dosa. Dosa menjauhkan hubungan kita dengan
Tuhan. Oleh sebab itu, agar dapat mengalami kuasa Roh Kudus yang membebaskan
maka kita perlu membuang segala kehidupan dosa dan hidup dalam kebenaran Tuhan.
Umas, apa ayng menjadi penghambat hidupmu? mungkin bukan dosa berzinah atau
mencuri, tapi kita tidak menjaga perkataan. Kita berkata sia-sia maka sama saja kita
masih hidup dalam dosa (Baca : Matius 12:36-37). Mari Umas yang dikasihi Tuhan kita
bereskan semuanya agar kita benar-benar mengalami kemerdekaan rohani, dan tidak
lagi hidup dalam perbudakan dosa.
2. Miliki Pikiran Yang Diperbaharui (Roma 12:2)
Umas, memperbaharui budi berarti memperbaharui pikiran kita dengan kebenaran
firman Tuhan. Kenapa perlu diperbaharui? karena seringkali saat kita menghadapi
masalah atau tantangan, apa yang kita pikirkan akan banyak mempengaruhi emosi,
mempengaruhi sikap dan perbuatan kita. Oleh sebab itu, tidak sedikit saat kita ada
masalah kita menjadi depresi, kita menjadi marah-marah, kita menjadi cepat
tersinggung, perkataan kita menjadi tidak baik. Nah Umas, marilah kita terus memiliki
pikiran yang terus diperbaharui agar apa yang keluar dari pikiran kita adalah semua
yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis,

SUPLEMEN COOL UMAS - BULAN SEPTEMBER 2018

semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji keluar dari
kehidupan kita (Filipi 4:8).
3. Melakukan Segala Sesuatu Untuk Tuhan Dengan Segenap Hati ( Kolose 3:23)
"Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk
Tuhan dan bukan untuk manusia." (Kolose 3:23)
Umas, ayat di atas menasihatkan agar kita melakukan segala sesuatu dengan sepenuh
hati, baik itu pekerjaan, pelayanan, hidup berkeluarga, ibadah dan sebagainya,
bukan dengan keluh kesah, gerutu atau persungutan.  Sudahkah kita melakukan segala
sesuatunya dengan segenap hati?  Jangan pernah merasa bahwa pelayanan dan
ibadah yang kita lakukan selama ini sudah lebih dari cukup, atau kita merasa sudah
cukup rajin dan setia mengiring Tuhan.  Yang dinilai Tuhan bukanlah aktivitas yang
terlihat dengan kasat mata tetapi Ia melihat hati kita;  Segenap hati berarti kita
melakukannya dengan sepenuh hati kita, itulah yang berkenan kepada Tuhan. Lakukan
bukan karena ingin dilihat orang atau mengingin pujian dari manusia. Karena dipuji oleh
Tuhan, atau berkenan di hati Tuhan lebih penting dari pada pujian manusia. Saat kita
melakukan hal ini maka inilah tandanya Roh Kudus memerdekakan hidup kita.

PENUTUP
Umas, biarlah dihari tua, kita semakin dipersiapkan dan semakin dimerdekakakan oleh Roh
Kudus. Jadilah Mempelai yang merdeka, yang berkenan di hati Tuhan. lakuakan ketiga hal
diatas, sehingga saat waktuNya tiba kita sudah siap menyongsong Tuhan di awan-awan, dan
hidup bersama denganNya selamanya.

-Tuhan Yesus Memberkati-