RASA NYAMAN MEMBATASI PERTUMBUHAN ROHANI

26 Jun, 2016

“Tetapi semua orang yang menerima-Nya,
diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah,
yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya.”
Yohanes  1:12

Jika seseorang mengaku dengan mulutnya bahwa Yesus adalah Tuhan dan percaya dalam hatinya bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya secara pribadi, maka orang ituakandiselamatkan(Roma 10:9-10). Namunhendaknyakitatidakmenganggapbahwatahapiniadalahsegalanya, sepertiseorangmempelaiwanitaberkatakepadamempelaiprianya, “Akumenerimaengkausebagaisuamiku.” Inimerupakantahapawaldarikehidupanberumahtangga.Janjinikah yang singkatinisuatupernyataanpenerimaan, namundibutuhkanperjalananseumurhidupuntukmengimplementasikanpernyataanitu.

Kata ‘menerimaYesus’ berarti orang percayaharusmengenalTuhanYesussecaralengkapdanutuhseperti yang tertulissecarautuh di dalamInjil.Untukinilahdibutuhkan proses pendewasaanrohani (Sanctification). Kata ‘menerima’ dalambahasaYunani‘Lamvano’ yang memilikiarti ‘mencengkeram’ yaitumerupakan proses yang berkesinambunganatauterusmenerus. Jadi orang yang telahmenerimaTuhanYesusharusterusmenerusbelajarmengenal-Nyasecaralengkapdanutuh.

Pengajaranhyper gracemenyatakanketikaseseorangmenerimaYesusmakaiamenganggapseluruh proses keselamatanitusudahselesaipadadirinya. Bagimereka, inilah rasa nyamansesungguhnya, padahalitusalah. Rasa nyamansepertiiniakanmenghalangipertumbuhanrohani,  membuatmerekatidaklagimemilikikeinginanuntukmengerjakankeselamatan yang sudah Allah berikan. Padahal di dalamFilipi 2:12jelasdikatakanbahwa, “…karenaitutetaplahkerjakankeselamatanmudengantakutdangentar, bukansajasepertiwaktuakumasihhadir, tetapiterlebih pula sekarangwaktuakutidakhadir.”

Di bawahiniadabeberapacontohtokohAlkitab yang mengalami rasa nyaman:

Abraham Meninggalkan Rasa Aman
Kejadian 12:1, “BerfirmanlahTuhankepada Abram: “Pergilahdarinegerimudandarisanaksaudaramudandarirumahbapamuinikenegeri yang akanKutunjukkankepadamu”.

Abraham diperintahkanolehTuhanuntukpergidarinegerinyakesatutempat yang baru.Diatidaktahukemanadiaharuspergi, tetapidiatahusiapa yang menyuruhdiauntukpergi.Saatitu Abraham adalahseorangtuantanah di Ur-Kasdim, memilikibanyakternakdanbudak-budak. Banyak orang Kristen berpikiran lain terhadapkeputusanTuhan, sehinggamerekabertanya: “Mengapadiamemilihkeluardarikenyamanandanmemulaipetualanganbaru di usia 75 tahun, padahaldiasudahtidakmudalagi?” Namunapa yang dilakukan Abraham? Diatetapmeninggalkankehidupannya yang nyaman, untukmemulaisebuahperjalananiman.
Abraham adalahcontoh orang yang demi menggenapirencanaTuhan, beranimenempuhperjalananhidup yang penuhtantangan.

DaudMempertahankan Rasa Nyaman
Ketikatentaranyaberperangdengansengit, Raja Daudmalahmenikmati rasa nyamandalamhidupnyadengantetaptinggal di istana (2 Samuel 11:1-13).Dengankedudukannyasebagai raja, apapun yang menjadikeinginanDaud, bisadiperolehnya.Rasa nyamantelahmembuatDaudlupapadakeadaannya yang sebenarnya.Bukanhanyaitu; rasa nyaman pun membuatDaudlupapadatanggungjawabnyasebagai raja untukmemimpinpeperangan.Padazamanitumerupakanhal yang biasaseorang raja harusmajukemedanperangbersamapasukannya. Bahkan, kalaupundiatidakmajukemedanperang, seharusnyadiaberdoadanmempersembahkankorbanuntukbangsanyadanpasukannya yang sedangberada di medanperang.

Apakah yang dapatkitapelajaridarikeduacontoh di atas?Dalamhidupkita, mungkinsajakeduahaltersebutbisaterjadi.Rasa nyamanmunculbilakitaberpikirbahwasemuasudahdilakukanolehTuhanYesus, dankarenanyakitatidakperlumelakukanapa-apalagi (tidakperluSanctification).Keadaan yang sepertiitusangatberbahaya. Rasa nyamanadalahsuatukeadaan yang berbahaya yang akanmenuntunkitakepadagayahidupsantai, menurunkankewaspadaan (tidakberjaga-jaga) bahkanmelemahkan stamina rohani. Rasa nyamansejatihanyakitadapatkansaatkitamelakukansesuatusesuaikehendakTuhan.

“Tidakada yang salahdenganmenikmatizonanyamankita. Tetapikalaukitaterusmenerusberadadanmenikmati rasa nyamanitubisamembuatkitamenjadistatis.Keberadaankitasebagaianak-anak Allah janganmembuatkitamenjadistatisdengantidakmaumelakukanapa-apa.Kehidupanrohani yang statisdapatmembahayakankeselamatan.” (FB)

Quote:
Marilahkitamemulaisebuahperjalananrohani
darizonanyaman (comfort zone)
kezonaiman (faith zone)