CINTA FIRMAN TUHAN KEKUATAN UNTUK BERJALAN DI MUSIM BARU

10 Jan, 2017

CINTA FIRMAN TUHAN KEKUATAN UNTUK BERJALAN DI MUSIM BARU

 “Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.

Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau kemanapun engkau pergi.” (Yosua 1:8-9).

Perjalanan yang berhasil dan beruntung menempuh tahun 2017 adalah berjalan dalam kebenaran firman Tuhan, berjalan dalam kehendak Bapa Surgawi atas hidup kita. Baca firman, renungkan firman, perkatakan, dan bertindak menurut kebenaran firman, itulah yang Tuhan kehendaki. 

Tuhan berfirman: “….sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.“

Berjalan di tahun yang baru, kita harus menjadi orang yang mencintai firman Tuhan. Kita jadi murid Tuhan Yesus yang tekun merenungkan firman Tuhan. Memiliki hati yang haus atas pewahyuanNya yang segar setiap hari, mengingini pengalaman baru dan pengenalan yang lebih dalam melalui firman di dalam  berjalan bersamaNya.

Kita harus menghargai firmanNya sebagai perkara yang penting, sebagaimana Tuhan menganggapnya penting. Firman menjadi prioritas utama.  Hati kita dijaga untuk tetap dipenuhi dan dikuasai firman. Hati dipelihara senantiasa murni dan bersih, sehingga tidak menjadi tawar terhadap firman. Selalu haus akan kebenaran firman dan penyataan pewahyuanNya yang segar.

Firman Tuhan yang  berakar di hati, akan menjadi isi hati kita dan membentuk suara hati kita. Apa yang kita izinkan menguasai hati kita akan mengendalikan hidup kita. Firman di hati akan mendorong kita  untuk selaras dengan kehendakNya. Karena itu jangan lupa untuk memperkatakan dan merenungkan firman Tuhan, sehingga meresap di hati sanubari.

Kapan firman itu meresap? Bagaimana kita tahu? Waktu obrolan kita berisikan kebenaran firman. Tanpa harus mengutip ayatnya, namun jiwanya dan esensinya, isi pembicaraan kita adalah kebenaran firman. Apa yang di hati akan tumpah melalui perkataan. Saat kita terlibat dalam diskusi atau perbincangan mengenai topic hangat dari media, apa isi yang keluar dari perkataan kita? Mari diperiksa……

Apakah sekedar mengutip ulang yang dibahas di medsos, atau hanya jadi reporter ulasan pakar di televisi? Ataukah lebih jauh lagi,  dari isi perkataan, tercermin bahwa kita adalah seorang yang mengekspresikan iman dan pengharapan yang disediakan firman bagi kita?

Sesungguhnya orang yang cinta Tuhan dan frmanNya akan memandang apa yang dihadapi itu dari sudut pandang kebenaran firman, dan mengungkapkan pikirannya dengan bungkusan kebenaran fireman. Apa yang keluar dari perkataannya menghadirkan pengharapan, mengahadirkan pengertian karena mengenal Allah, menjadi orang yang mengalirkan air kehidupan mempengaruhi  dan membangkitkan yang ada di sekitarnya dengan pengaruh positif.

Mari lihat kembali, aliran apa yang keluar dari perkataan anda?

Apakah anda mencerminkan sebagai seorang yang cinta firman? Seorang yang mengekspresikan perenungan firman dalam menghadapi kenyataan hidup? Orang benar akan hidup oleh iman. Iman itu bangkit karena hati yang memegang firman.

Iman menjadikan kita dibenarkan Allah dan berkenan kepada Allah. kita dibanarkan Allah karena iman.  Tanpa iman tidak mungkin berkenan kepada Allah. Dan iman bertumpu kepada firman.

Ketika firman mengakar di hati kita, kita dapat memandang kepada Tuhan dengan cara pandang yang benar. Kita bisa fokus kepada Tuhan. Kita memiliki keyakinan yang kokoh untuk melangkah maju.  Saat bergerak maju ke “tanah perjanjian” kita, tantangan dan musuh sebesar apapun tidak membuat gentar dan kecil hati. Dengan rasa aman, kita dapat berserah, dan mengandalkan Tuhan dengan yakin, bahwa pertolonganNya pasti datang, dan kita menjadi lebih dari pemenang.

Tuhan Yesus rindu untuk mewahyukan firman-Nya. Dia mencari orang yang haus akan Dia dan yang mencintaiNya. Yesus adalah Firman Allah itu sendiri.   Yesus adalah Firman yang menjadi Manusia. Sikap kita terhadap firman adalah ungkapan yang sebenarnya terhadap Pribadi Tuhan sendiri. Karena itu kita harus semakin sungguh mencintai firmanNya, sehingga firman itu berakar di hati kita. Apakah yang terjadi ketika hati dipenuhi firman dan dihidupi secara konsisten? Buahnya,  ucapan yang kita perkatakan   akan penuh kuasa seperti pedang Roh yang tajam.

Ketika  setia dan tekun merenungkan firman Tuhan maka firman Tuhan akan mengakar di hati. Hasil yang akan kita alami adalah:

Kita akan mengenal Tuhan lebih mendalam, sehingga semakin yakin dalam mengandalkan Tuhan. Tidak mudah khawatir atau bingung menghadapi keadaan sulit.

Kita semakin mudah dalam mengerti kehendakNya, sehingga tidak ragu dalam melangkah. Firman yang mengakar di hati membuat Iblis tidak bisa mengkecoh dan menyerongkan kita menyimpang dari kehendakNya.

Kita mengalami aliran hikmat Roh Kudus. Firman itu pedang Roh, jadi ketika firmanNya di hati, hikmat Roh Kudus mudah mengalir ke hati, menjadi “pedang yang tajam” menebas dan memilah permasalahan yang harus diputuskan. Kita menjadi bijaksana dan berhikmat. Melihat kepada yang di depan mata dengan pengertian rohani yang benar. 

Daud adalah contoh orang yang setia merenungkan firman Tuhan dan merenungkan pribadi Tuhan (Mazmur 63: 7-9 dan Mazmur 119: 97). Daud semakin mengenal pribadi Tuhan, dan semakin mengenal kehendak Tuhan, dan dia menghidupinya dengan konsekwen. Itulah sebabnya Daud menjadi seorang yang tangguh, menaklukkan setiap tantangan, dan mengalami janji Tuan digenapi sepenuhnya. Kita harus mengikuti teladan ini.

Jadi mengawali tahun ini mari kita membuat tekad: Mencintai firman Tuhan.

Karena sesungguhnya, mencintai firman itu adalah ekspresi dari mencintai Tuhan sendiri. Ketika kita cinta Tuhan, maka kita akan memiliki kerinduan merenungkan firmanNya. Kesetiaan dalam merenungkan firman akan membuat kita dapat  bertindak selaras dengan kebenaran firmanNya. Tuhan menjanjikan, ketika kita memperkatakan dan merenungkan firman Tuhan, maka kita akan berhasil dan beruntung. Berjalan di tahun yang baru, kita konsisten dan tekun menjadi orang yang mencintai firman Tuhan. 

Selamat Tahun Baru 2017.