STANDAR DALAM MENGASIHI TUHAN YESUS : “DO YOU LOVE ME MORE THAN THESE?”

12 Aug, 2018

"Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku."
(Yohanes 21:15)

Dalam keseluruhan Injil, kita akan mendapati 6 (enam) pertanyaan Yesus kepada murid-murid-Nya. Salah satu pertanyaan-Nya adalah pertanyaan yang DIA ajukan kepada Petrus. "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?" Pertanyaan ini sangat penting bagi Tuhan Yesus terlebih bagi Petrus. Itu sebabnya Petrus sampai mengulang pertanyaan ini sebanyak 3 kali.
Dalam versi bahasa Inggris, kalimat "...lebih dari pada mereka ini?" diterjemahkan more than these?.
Dalam aslinya (Yun: houtos) memiliki lebih dari satu arti, kata these ini dapat merujuk pada : perahunya, peralatan memancingnya, dan pekerjaannya. Sehingga pertanyaan-Nya: "Apakah kamu lebih mengasihi aku daripada engkau mencintai benda-benda ini? Apakah Engkau sekarang mau karena mengasihi Aku, meninggalkan semua ini, dan pergi dan mengkhotbahkan Injil kepada bangsa-bangsa di bumi?. Kata these dalam kalimat "more than these" bisa juga merujuk pada para rasul. Sehingga pertanyaan-Nya," Apakah engkau mengasihi Aku lebih daripada para rasul lainnya mengasihi-Ku? "
Baik pertanyaan pertama maupun pertanyaan yang kedua, dua-duanya memiliki satu inti yang sama, apakah Petrus mengasihi Tuhan Yesus LEBIH daripada hal-hal lainnya? Lebih dari harta benda, lebih dari profesi/pekerjaan, lebih dari rasul-rasul yang lain. Ini adalah standar dalam mengasihi Tuhan Yesus. Tuhan ingin agar kita mengasihi DIA lebiiiiiiiiiiiiiih (tidak ada kata lain yang dapat mengekspresikan dengan tepat) daripada apapun yang ada di dunia ini. Kalau kita mengasihi Tuhan Yesus lebih dari yang lain, kasih itu harus diwujudkan melalui tindakan dan bukan sekedar kata-kata. Tuhan Yesus berkata : "Gembalakanlah domba-domba-Ku". Maksudnya, jika kita mengasihi Tuhan Yesus, maka kita harus memiliki kasih kepada jiwa-jiwa, baik mereka yang sudah dalam Tuhan maupun belum didalam Tuhan Yesus.
Standar yang sama berlaku juga untuk kita dan pertanyaan yang sama juga ditujukkan Tuhan Yesus kepada kita.
Jika kita beranjak dari pemahaman ini, maka kita akan mudah menghayati bagian lain dari Alkitab yang mengatakan :
a. "Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan. Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku. Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu,..." (Keluaran 20:2-5).
b. "Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu." (Ulangan 6:5)
c. "Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon." (Matius 6:24)
Itu sebabnya sangat penting bagi kita untuk tetap fokus hanya kepada Tuhan Yesus, meningkatkan hubungan yang intim dengan Tuhan Yesus dalam doa, pujian, penyembahan dan pembacaan Firman Tuhan, lebih banyak dan lebih sering berbahasa roh, menjaga hidup kudus sesuai dengan Firman Tuhan. Sebab daya tarik dunia dan daya tarik kesuksesan dapat membuat seseorang berpaling untuk lebih mencintai hal-hal yang lain lebih daripada mencintai Tuhan Yesus. Apabila saat membaca renungan ini Anda dalam kondisi yang jauh dari Tuhan Yesus bahkan berpikir untuk meninggalkan Tuhan Yesus, bertobatlah dan kembali pada kasih yang semula kepada Tuhan Yesus.
"Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula. Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat." (Wahyu 2:4-5). Amin (DL)