SUPLEMEN COOL/CoT YOUTH BULAN MEI 2019 #1

05 May, 2019

MENGENAL KARAKTER DAN PRIBADI YESUS
(FRIENDLINESS VS LONELINESS PART 1)

Bahan Bacaan
Yohanes 15:12-15
, "Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu. Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu. Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku."

Penjelasan Materi
Youthers, dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menjumpai dua tipe kepribadian orang. Pertama, adalah orang-orang yang supel yaitu mereka yang pandai menyesuaikan diri, pandai bergaul, luwes dengan siapa saja yang ia temui, sehingga tidak heran orang dengan sifat seperti ini memiliki banyak teman (ekstrovert). Kedua, adalah orang-orang yang suka menyendiri yaitu mereka yang lebih suka nyaman jika dalam kesendiriannya dan menghabiskan waktunya dengan melakukan apa yang ia sukai, dibanding berada di keramaian orang banyak (introvert). Mungkin kita bisa bertanya pada diri kita sendiri, termasuk tipe manakah kita?

Perlu kita pahami Youthers, bahwa kedua tipe tersebut tidak ada yang paling baik dan paling buruk. Keduanya sama-sama memiliki kelemahan dan kelebihan masing-masing. Hanya saja, tidak baik jika kedua tipe itu menjadi berlebihan di luar batas kewajaran. Penting bagi kita untuk menyadari bahwa apapun tipe kepribadian kita, bagaimanapun kondisi diri kita, siapapun kita, sebanyak apapun atau hanya sedikitnya teman kita, itu tidak jauh lebih penting dibanding memiliki karakter Kristus dalam diri kita.

Menarik untuk kita pelajari Youthers, bahwa Alkitab banyak mengisahkan perjalanan kehidupan pelayanan Yesus yang menyiratkan tentang karakterNya yang patut kita teladani. Jadi, apapun tipe kepribadian kita, baik supel atau penyendiri, baiknya kita menjadikan karekter Yesus menjadi patokan bagi kita dalam pemikiran, perkataan dan perbuatan kita dalam kehidupan sehari-hari.

Yesus adalah Pribadi yang supel dan mudah untuk "didekati" para murid dan orang banyak, Ia tidak memberikan kesan bahwa dia orang penting yang sangat sibuk dan sulit untuk ditemui, sebaliknya, Yesus itu friendly, Ia selalu menerima siapa saja yang mau mendekat kepadaNya. Karena pribadiNya yang bersahabat, penuh kepedulian dan kasih, membuat baik orang tua maupun muda nyaman berada di dekatNya dan tidak segan mendekatiNya. Youthers, bukankah hal ini juga kita rasakan, ketika kita berada dalam hadirat Tuhan?

Ketika kita mendekat padaNya, maka Ia mencurahkan kita akan kasihNya, memberikan kita kenyamanan dan damai sejahtera.

Alkitab mencatat banyak peristiwa hal mana Yesus bergaul dengan semua orang, termasuk para pendosa dan orang-orang yang dikucilkan pada zamannya sekalipun (Luk 19:1-10, Luk 7:36-50, Mrk 7:1-10). Yesus memberikan teladan sikap yang luar biasa kepada kita agar tidak mengkotak-kotakkan dan membuat kelas-kelas di antara manusia, karena kita tahu Firman Tuhan mengatakan bahwa kita semua adalah ciptaan Tuhan yang baik dan berharga di mataNya.

Youthers, biarlah melalui perenungan hari ini, kita mau meneladani kepribadian Yesus yang selalu berorientasi akan jiwa-jiwa dan keselamatan mereka. Karena bagi Yesus, yang terpenting bukanlah soal eksistensi dirinya di mata orang banyak, tetapi bagaimana Kerajaan Sorga bisa ada dalam kehidupan mereka dan kasih Tuhan bisa mereka rasakan melalui apa yang Yesus ajarkan dan lakukan.

Bahan Diskusi:
Sesuai dengan pengalaman-pengalaman pribadi kita bersama Yesus, seperti apakah kita memandang Pribadi Yesus? Dari karakter dan kepribadian yesus yang dijelaskan di atas, apakah kita pernah melakukannya juga untuk orang-orang di sekitar kita?