PENASEHAT SEPANJANG PERJALANAN

08 May, 2016

Roma 3:23 “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah” maka sejak saat itu dosa terus mengintai kehidupan orang percaya. Adakalanya orang percaya mengambil keputusan yang salah dan melakukan perbuatan dosa. Apa yang terjadi ketika orang percaya berbuat dosa? Alkitab menyatakan bahwa Roh Kudus akan mengingatkan orang percaya ketika berbuat dosa. Sebaliknya pengajar hyper grace mengajarkan bahwa Roh Kudus tidak pernah menegur seseorang ketika orang tersebut berbuat dosa. Mereka mengajarkan karena Yesus sudah mati di kayu salib untuk menebus manusia dari dosa, maka Tuhan tidak lagi memperhitungkan dosa-dosa kita. Ini adalah kekeliruan yang fatal yang dapat mengakibatkan orang percaya binasa.

1. Roh Kudus Menginsyafkan
Tuhan Yesus mati di kayu salib untuk menebus kita dari dosa. Ini adalah bukti kasih-Nya yang besar. Setelah kita menjadi orang percaya, oleh karena kasih-Nya Tuhan tetap menjaga hidup kita agar selamat sampai akhirnya. Dalam perjalanan rohani, ketika orang percaya berbuat dosa, berarti dia sedang melawan Tuhan. Tuhan itu sebenarnya ingin menolong anak-anak-Nya melalui Roh Kudus yang menginsyafkan akan perbuatan dosa tersebut.

Peranan Roh Kudus yang menginsafkan akan dosa adalah suatu berkat yang sangat besar. “Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman; akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku; akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi; akan penghakiman, karena penguasa dunia ini telah dihukum” (Yohanes 16:8-11).

Roh Kudus yang akan menjaga hidup orang percaya agar terus - menerus berada dalam kekudusan. Peranan ini bukanlah membuat orang percaya tidak mengalami damai sejahtera, justru sebaliknya agar orang percaya memiliki damai sejahtera yang sejati. Mengalami ‘damai sementara’ hidup dalam dosa adalah perasaan damai yang palsu. Roh Kudus menginsafkan agar orang yang berdosa menyadari keadaannya dan bertobat.

Mengapa Roh Kudus menginsafkan? Karena dosa memisahkan manusia dengan Allah, membuat manusia bermusuhan dengan sesamanya,  juga merusak karakter ilahi yang ada pada seseorang. Tuhan tidak menghendaki kerusakan itu. Tuhan ingin agar anak-anak-Nya hidup dalam keharmonisan dengan Tuhan dan sesama. Roh Kudus akan menginsafkan kita terus menerus sampai kita bertobat.

2. Intimidasi
Pengajar hyper grace tidak membedakan peranan Roh Kudus dengan si pendakwa. Rasul Yohanes menulis, “Dan aku mendengar suara yang nyaring di sorga berkata: “Sekarang telah tiba keselamatan dan kuasa dan pemerintahan Allah kita, dan kekuasaan Dia yang diurapi-Nya, karena telah dilemparkan kebawah pendakwa saudara-saudara kita, yang mendakwa mereka siang dan malam di hadapan Allah kita” (Wahyu 12:10).

“Mendakwa” adalah pekerjaan yang dilakukan iblis untuk mengingatkan orang akan dosanya sekalipun sudah meminta ampun. Jika seorang yang berbuat dosa sudah meminta pengampunan, seharusnya dia tahu bahwa Tuhan mengampuni dan menerima itu dengan iman. Namun iblis akan terus menerus mengintimidasi orang tersebut sampai yang bersangkutan merasa putusasa dengan keadaan rohaninya.
   
Pengajar hyper grace tidak membedakan antara pekerjaan iblis yang mengintimidasi dan peran Roh Kudus yang menginsafkan. Semua dianggap intimidasi, dan itu berasal dari iblis. Atas alasan kasih karunia, mereka menolak penempelakan dari Roh Kudus. Ini adalah pandangan yang sangat berbahaya yang menjerumuskan orang percaya. Yang sangat menyedihkan adalah ketika orang-orang mempercayai dusta sebagai kebenaran dan tetap hidup dalam dosa dengan rasa damai sejahtera yang palsu.

3. Roh Kudus Tetap Memimpin
Yohanes 14:26, “Tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.”

Bapa mengutus Roh Kudus untuk tinggal di dalam umat-Nya, agar orang percaya bertobat, diberi kuasa, diajar dalam kebenaran, diingatkan akan Firman agar tidak tersesat. Roh Kudus akan menginsafkan atau menempelak agar orang percaya agar mereka merasa tidak nyaman bahkan berduka ketika berbuat dosa. Dukacita ilahi ini tidak dimaksudkan untuk membuat orang percaya putus asa, tetapi justru sebaliknya agar mereka datang kepada Tuhan untuk mendapatkan pengampunan dan kelegaan.

Roh Kudus akan memimpin sepanjang perjalanan hidup orang percaya agar  semakin hari menjadi semakin serupa dengan Kristus. Respon yang baik dari orang percaya yang ditegur atau diinsyafkan oleh Roh Kudus sangat diperlukan. Mempercayai sesuatu yang keliru dari pengajaran hyper grace yang mengatakan bahwa Roh Kudus tidak lagi menginsafkan akan dosa merupakan kekeliruan fatal. (RD)

Quote:
“Roh Kudus menginsafkan dan menempelak orang percaya
Agar mereka merasa tidak nyaman jika berbuah dosa.
Jika kita tidak mengindahkan Roh Kudus hal itu beresiko membahayakan keselamatan kita.”