TUHAN YANG BERBICARA DAN MEMPERSIAPKAN KITA

30 Mar, 2020

TUHAN YANG BERBICARA DAN MEMPERSIAPKAN KITA

"Aku berbicara kepada para nabi dan banyak kali memberi penglihatan dan memberi perumpamaan dengan perantaraan para nabi."
-- Hosea 12:11 --

Hari-hari ini dunia sedang diperhadapkan pada wabah COVID-19. Walaupun masih ada negara-negara yang tidak mengalaminya, tetapi negara-negara dengan pengaruh politik dan ekonomi besar mengalami wabah ini, termasuk Indonesia. Kita pun hari-hari ini sedang berdoa-puasa, dengan salah satu pokok doa untuk diluputkan dari ancaman resesi global karena COVID-19 ini.

Dari berbagai kisah dan ajaran yang kita baca dalam Alkitab, sebenarnya TUHAN tidak pernah mengizinkan sesuatu terjadi tanpa Ia terlebih dahulu memberitahu, memperingatkan dan mempersiapkan umat-Nya melalui hamba-hamba-Nya. Namun dalam berbagai kisah, kita juga melihat akan ada yang merespon dan ada juga yang "cuek" dengan hal tersebut. Prinsip ini selalu TUHAN gunakan bahkan sampai hari ini. Ketika wabah COVID-19 melanda dunia sejak awal tahun 2020, sebenarnya TUHAN sudah memperingatkan kita dan mempersiapkan gereja-gereja-Nya untuk hal ini. Dari berbagai visi dari TUHAN yang disampaikan Gembala Jemaat Induk GBI Jl.Jend.Gatot Subroto, Jakarta, Ps.Niko Njotorahardjo, kita sudah diperingatkan dan dipersiapkan lama akan hal ini. Mari kita lihat apa saja yang TUHAN beritahukan kepada kita:

1. Yoel 2:28-32

[Bacalah bersama-sama dan perhatikan ayat-demi-ayat.] Salah satu teks yang sering diangkat oleh Gembala Jemaat Induk adalah ayat ini, terutama sejak tahun 2009. Teks ini berbicara tentang adanya pencurahan Roh Kudus yang luar biasa, dimulai dari Pentakosta Ke-1 di Yerusalem, lalu ke Pentakosta Ke-2 di Azusa Street dan sekarang Pentakosta Ke-3 dari Indonesia ke bangsa-bangsa. Tetapi ayat 30-31 menyiratkan gambaran akan adanya goncangan-goncangan yang melanda dunia. Bukankah ini yang sedang terjadi? Namun efek dari kegoncangan tersebut adalah akan banyak orang yang mulai mencari TUHAN dan mereka yang berseru kepada nama TUHAN akan diselamatkan (ayat 32). Amin!

Lalu dimanakah tugas kita saat ini? Sebagai orang-orang yang dipenuhi dengan Roh Kudus (ayat 28-29) maka tugas kita adalah untuk memberitakan Kristus dan menjadi saksi bagi-Nya (Kis 1:8), dan dengan demikian kita sedang menuntaskan Amanat Agung TUHAN Yesus (Mat 28:19-20). Saat ini, hampir semua denominasi gereja yang ada, sedang bergandengan tangan untuk menuntaskan Amanat Agung ini. Haleluya! Pesan-pesan ini sudah lama kita dengar, dan kini apa yang TUHAN peringatkan menjadi kenyataan. Puji TUHAN, semakin banyak gereja dan denominasi yang kini meresponinya dengan baik. Haleluya!

2. 1 Tawarikh 4:10

[Bacalah bersama-sama dan perhatikan kalimat-demi-kalimat.] Saudara mungkin lebih mengenal ayat ini sebagai lagu yang umum kini digunakan untuk menutup ibadah. Tetapi ini adalah doa yang luar biasa karena Allah suka mengabulkan doa yang dinaikkan Yabes ini. Seorang hamba TUHAN bernama Bruce Wilkinson yang pertama kali membuat buku/pengajaran tentang hal ini. Lalu beberapa tahun kemudian, seorang Hamba TUHAN di GBI Gatot Subroto membuat ayat ini menjadi sebuah lagu yang kita kenal saat ini. Bagaimana reaksi gereja-gereja lain akan hal ini pada waktu itu? Ada yang mengikuti, tetapi tidak sedikit yang menuduh bahwa kita mengajarkan jemaat menjadi "peminta-minta", berfokus pada harta, teologia kemakmuran kebablasan dan lain sebagainya. Padahal doa ini adalah doa penyerahan diri dan pengakuan bahwa TUHAN-lah yang bisa memberi berkat yang sejati, termasuk perlindungan dari malapetaka dan sakit-penyakit.

Sekarang, ditengah-tengah wabah COVID-19 yang melanda dunia, akankah ada yang berani mengatakan bahwa berdoa untuk meminta perlindungan TUHAN dari malapetaka dan sakit-penyakit adalah hal yang sesat? Tentu tidak ada yang berani bukan? Justru sekarang semakin banyak orang yang berseru demikian. Puji syukur kepada TUHAN, Ia justru sudah memberikan hikmat kepada kita untuk memperkatakan Doa Yabes sejak bertahun-tahun yang lalu. TUHAN sudah persiapkan kita, sehingga iman kita tetap kuat apapun yang terjadi. Amin!


3. Mazmur 91

[Bacalah bersama-sama dengan suara lantang.] Ketika gereja kita mulai mengajarkan agar kita berdoa dengan Mazmur 91, yaitu sejak beberapa krisis yang melanda Indonesia dan dunia, seperti krisis ekonomi 2007-2008 dan wabah SARS, flu burung, flu babi dan MERS, banyak yang meresponi tetapi juga tidak sedikit yang mencibir. Bahkan sampai hari ini. Ada yang mengatakan bahwa kita sedang membuat Mazmur 91 menjadi "mantra", bahkan mengatakan ini justru membuat jemaat jadi pengecut dan sebagainya. Kini ketika COVID-19 dan ancaman resesi ekonomi global muncul, suara-suara penentang semakin berkurang, dan sebaliknya semakin banyak gereja dan denominasi yang menyerukan agar Mazmur 91 sebagai doa umat.

Satu hal yang kita pegang, sebagaimana kita pelajari dalam Alkitab bahwa TUHAN selalu mempersiapkan umat-Nya, bahkan dunia, melalui nabi-nabi-Nya, maka kini pun kita harus peka dan mendengarkan apa yang TUHAN katakan dan pesankan melalui para pemimpin-pemimpin rohani kita. Termasuk pola doa keseharian kita. Percayalah bahwa apa yang TUHAN sampaikan melalui para hamba-Nya tidak akan menyusahkan hidup kita, tetapi justru untuk menjamin kelangsungan dan keberhasilan hidup kita.

Mari kita mengucap syukur karena TUHAN yang kita sembah adalah TUHAN yang begitu mengasihi kita sehingga Ia selalu berbicara dan mempersiapkan kita untuk menghadapi apapun di depan ini. Dunia memang sedang menuju kepada kesudahannya, tetapi kita yang percaya kepada-Nya terus beriman dan berharap bahwa waktu masa pemerintahan-Nya akan segera dimulai. Amin! (CS)