YUK SADARI, PENTINGNYA PUNYA HATI YANG BENAR

14 Apr, 2019

"you can't do the right things without the right heart"

Berulangkali Opa Niko mengingatkan kita melalui Pastor Message agar menjaga hati dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan (Amsal 4:23). Dari hati bisa timbul kebaikan atau kejahatan. Dengan hati kita bisa mengasihi atau membenci. Tindakan benar dimulai dengan hati yang benar. Tidak mungkin bertindak benar tanpa hati yang benar.

Hati yang benar itu tidak marah-marah atau mengutuk sesama agar mengalami musibah (Matius 5:21-22). Tidak menuduh atau menghakimi orang lain. Jika memang ragu akan seseorang atau satu hal, jangan berasumsi tetapi adakanlah komunikasi dalam kasih. Hati yang benar tidak pernah memiliki musuh di dalam hati. Orang lain bisa mengangap kita musuh, tetapi respon kita harus berbeda dengan anak-anak dunia. Love your enemies, jangan menganggapnya musuh. Orang yang berhati benar selalu semangat mengasihi.

Memiliki hati yang benar sangat penting. Dalam Matius 5:20, agar kita bisa masuk ke dalam Kerajaan Allah, Allah menuntut kita harus memiliki standar hidup keagamaan yang lebih baik dari orang Farisi. Standar ini diukur di dalam hati (hati yang benar), bukan di luarnya. Secara manusia, tidak ada orang pun yang dapat mencapai standar hidup benar. Tapi, syukur pada Allah, karena Yesus telah menjadikan kita benar (Roma 3:20).

Meski telah dijadikan benar melalui pengorbanan Yesus di kayu salib, selanjutnya kita dituntut tetap berhati benar dalam kehidupan sehari-hari. Ukuran hati yang benar adalah tindakan yang terus mengasihi Tuhan dan sesama tanpa terkecuali. KasihNya yang menguasai kita. Bukan kebencian, sehingga kita dapat mengampuni sesama sebagaimana Tuhan mengampuni kita. The right heart makes you do the right things.

Orang munafik mencoba mengubah diri dari luar ke dalam, tetapi orang benar mengalami perubahan dari dalam keluar. (Matius 5:20)