Menjaga Hati

05 Jan, 2020

Ditahun Ibrani 5780 peranan mulut kita adalah kunci. Namun begitu Firman Tuhan katakan apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan  itulah yang menajiskan orang (Matius 15:18).

Oleh sebab itu kita harus menjaga dan mengenal hati kita masingmasing. Hati merupakan bagian terpenting dari diri manusia. Hati merupakan keberadaan manusia itu sendiri. Hati adalah total personalitas seseorang, didalamnya termasuk perasaan atau emosi, kehendak dan juga pemikiran.


Didalam bahasa Ibrani hati adalah Lev atau Leb. Terdiri dari huruf Lamed dan Beth. Huruf Lamed digambarkan sebagai tongkat gembala merupakan simbol otoritas. Lamed berasal dari akar kata Lamad yang artinya belajar. Huruf Beth digambarkan sebagai sebuah tenda atau rumah kediaman. Ini menjadikan suara hati sebagai otoritas didalam diri manusia.


Hati manusia jika tidak dijaga akan penuh dengan kekejian dan kejahatan (Matius 15:19). Pada jaman Nuh, Tuhan pernah menyesal telah menjadikan manusia dan berniat untuk melenyapkan manusia karena kejahatan dan kekejian memenuhi hati manusia (Kejadian 6:5-6).

Hati memerlukan pertobatan agar dapat mengalami pemulihan dan perlu senantiasa dijaga (Amsal 4:23). Bagaimana cara menjaga hati ?


1. Roh manusia terletak jauh didalam hati kita dan merupakan kediaman Roh Kudus (1 Kor. 3:16). Libatkan dan terbukalah terhadap Roh Kudus yang memberdayakan, mengajar dan menginsyafkan akan dosa. Mohon kepada-Nya agar Ia menolong kita didalam pembaharuan budi, memulihkan hati kita termasuk didalamnya perasaan atau emosi dan pikiran kita yang negatif. Cara pandang kita yang salah terhadap diri sendiri maupun terhadap orang lain.

2. Pilih untuk rela melepaskan pengampunan terhadap siapapun dan apapun yang menjadi faktor pembentukan perasaan-perasaan yang negatif, emosi-emosi yang negatif dan pemikiran-pemikiran yang salah didalam hati.


3. Menjaga indera kita agar kita dapat menyaring informasi yang membawa potensi negative, benih yang jahat untuk masuk kedalam hati dan pikiran kita melalui indera kita. Indera merupakan gerbang menuju hati dan pikiran. Sebuah kubu pertahanan akan terbentuk berdasarkan informasi yang diterima dari pengalaman-pengalaman oleh indera terregistrasi dan disimpan didalam memori. Pilih untuk menolak dengan segera hal-hal yang berpotensi merusak hati dan pikiran, jangan biarkan benih kejahatan masuk merasuki hati dan pikiran. Memeditasi Firman TUHAN dan memikirkan semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji adalah kunci untuk menjaga hati dan pikiran (Filipi 4:8, Kolose 3:2)

Perhatikan dan jagalah hatimu (termasuk perasaan dan pemikiran). Perhatikan dan jagalah pemikiranmu, karena ini akan melahirkan katakata yang diucapkan. Perhatikan dan jagalah perkataan mu, karena ini akan melahirkan tindakan-tindakan. Perhatikan tindakan-tindakanmu, karena ini akan menjadi kebiasaan-kebiasaan. Perhatikan kebiasaankebiasaanmu, karena ini akan menjadi karaktermu. Perhatikan karaktermu, karena ini akan membawa mu kepada ‘destiny.'