PENGAKUAN YANG BERDAMPAK PADA KESELAMATAN

02 Jun, 2019

Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. (Roma 10:9)

Mengaku, adalah sebuah kata kerja yang mudah untuk diucapkan namun tidak mudah untuk dilakukan. Mengaku melibatkan sebuah penyangkalan diri, keterbukaan dan kejujuran. Dalam pengakuan seseorang harus membuka dirinya yang merupakan area privat (pribadi).
Dalam suratnya kepada orang percaya di Roma, Rasul Paulus memyampaikan pernyataan yang sangat powerful tentang pengakuan yang berdampak pada keselamatan yang kekal.
Pengakuan seperti apa yang berdampak pada keselamatan kita? Mengaku dengan mulut bahwa Yesus adalah Tuhan. Ada 2 (hal) yang kita pelajari terkait dengan pengakuan ini :

1. Pengakuan adalah sebuah deklarasi pernyataan iman.
Dalam bahasa aslinya, kata 'mengaku' dalam ayat ini homologeo yang memiliki arti antara lain berarti berjanji, menyatakan secara terbuka, mengaku. Artinya mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan harus dilakukan secara jelas, tegas, bukan sekedar dalam hati kecuali mereka yang menyandang disabilitas. Itu sebabnya ketika kita dulu menjadi orang percaya atau kalau kita ingin menuntun orang kedalam pertobatan dan kelahiran baru, kita menuntun orang tersebut untuk mengucapkan pengakuan tersebut dengan bersuara, paling tidak sampai telinga kita sendiri mendengar.

Dalam Kisah Para Rasul 2:38 dinyatakan :
"Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus."
Terkait dengan pengakuan sebagai pernyataan secara terbuka, maka mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan tidak terlepas dari baptisan air. Baptisan air adalah pernyataan, deklarasi secara terbuka dari pengakuan percaya kita.

2. Pengakuan lahir dari hati yang percaya akan Firman Tuhan.
Ibrani 10:9 yang menjadi nats bahasan kita tentu tidak terlepas dari ayat yang sebelumnya :
Tetapi apakah katanya? Ini: "Firman itu dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu." Itulah firman iman, yang kami beritakan. (Roma 10:8).
Dengan demikian, pengakuan yang kita nyatakan melalui mulut kita merupakan pernyataan iman dan pernyataan Firman yang berasal dari hati yang percaya akan Firman Tuhan.

Kedua aspek tersebut diatas merupakan pekerjaan Roh Kudus dalam hidup setiap orang yang merespon kasih dan karya Tuhan Yesus yang menebus dan menyelamatkan kita. (DL)