SUPLEMEN COOL/CoT YOUTH BULAN NOVEMBER 2019 #4

24 Nov, 2019

Minggu 4

JADILAH ORANG YANG RENDAH HATI DAN BUKAN SOMBONG

(HUMILITY VS PRIDE PART 4)               

Bahan Bacaan

I Ptr 5:6, "Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya "

Penjelasan Materi

Youthers, Amsal 8:12 mengatakan bahwa tinggi hati  mendahului kehancuran, tetapi kerendahan hati mendahului kehormatan. Tentunya setiap kita tidak ingin memiliki hidup yang hancur dan mengalami kejatuhan. Akan tetapi, seringkali orang yang mengaku pengikut Kristus banyak yang mengalami kehancuran dan kejatuhan karena disebabkan oleh kesombongan dan keangkuhan hidupnya.

Dalam hidup ini, kita akan selalu diperhadapkan oleh dua pilihan hidup, yang baik atau yang buruk, yang sesuai Frman Tuhan atau yang bertentangan degan kebenaran FirmanNya. Youthers, setiap pilihan tersebut melahirkan konsekuensi yang harus kita terima dan hadapi, termasuk jika kita tidak memilih untuk rendah hati melainkan memilih untuk hidup dalam kesombongan. Contohnya saja kesalahan yang dilakukan oleh Adam dan Hawa, mereka gagal untuk merendahkan diri mereka. Ketika mereka dicobai, mereka tergoda untuk menjadi sama dengan Tuhan (Kej 3:4-6), ada rasa ingin hidup lebih nyaman dari sebelumnya, ada rasa ingin dihormati lebih besar, ada keinginan untuk menunjukkan eksistensi dirinya. Sebagai konsekuensinya, mereka pun kehilangan berkat dan kehormatan sebagai anak-anak Tuhan. Contoh lain adalah malaikat yang menjadi sombong dan melawan Tuhan (Yudas 6). Seperti manusia, malaikat adalah mahluk yang diciptakan, tetapi mereka ingin meninggikan diri untuk menjadi sama dengan Tuhan dan melawan kehendak Tuhan (Yes 14:12-15). Hukuman lautan api dan belerang serta penyiksaan selama-lamanya (Why 20:10) akhirnya menjadi bagian mereka. Dari contoh tersebut kita tahu akan mengerti bahwa barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan (Lukas 14:11).

Youthers, kita hidup di tengah zaman yang kerap mengabaikan bahkan memandang rendah kelemahlembutan dan kerendahhatian. Mungkin sikap ini dianggap sebagai musuh dari kehormatan, keberanian, dan kekuatan, mungkin jika kita bersikap lemah lembut dan rendah hati, maka dunia menganggap bahwa kita lemah, tidak berdaya dan hina. Youthers, mungkin tidaklah  mudah untuk tetap rendah hati, karena terkadang ada keinginan untuk dipandang lebih dari yang lain, namun kita harus menjatuhkan pilihan antara ditinggikan manusia atau ditinggikan Tuhan, tapi satu hal yang harus kita ingat Youthers, bahwa apa yang diangkat Tuhan akan jauh lebih berharga dibanding dengan yang dibanggakan manusia. 

Bahan Diskusi :  Bagaimana hidup kita selama ini? Apakah sudah mempraktekkan sikap rendah hati atau tinggi hati?