SUPLEMEN COOL/CoT YOUTH BULAN SEPTEMBER 2019 #2

08 Sep, 2019

Minggu 2

MENJADI PRIBADI YANG TAHU BERTERIMA KASIH KEPADA TUHAN

(GRATITUDE VS UNTHANKFULNESS  PART 3)        

Bahan Bacaan

Lukas 17 :17," Lalu Yesus berkata: "Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir? Di manakah yang sembilan orang itu?"

Penjelasan Materi:

Youthers, bahan bacaan kita di kutip dari perikop tentang kesepuluh orang kusta yang disembuhkan. Dikisahkan lebih lanjut bahwa Yesus mencela sembilan orang yang tidak datang kembali untuk mengucap syukur karena sudah disembuhkan. Hanya satu orang saja yang datang kembali kepadaNya setelah disembuhkan dari sakit kusta. Mengapa Yesus menanyakan keberadaan kesembilan orang tersebut? Hal itu karena sembilan orang tersebut adalah orang Israel yang notabennya adalah umat kepunyaan Allah, umat pilihan Allah yang diharapkan justru menjadi teladan, yang seharusnya tahu berterima kasih atas kesembuhan yang mereka terima dari Yesus, sedangkan si kusta yang notabennya adalah orang Samaria, bangsa bukan umat kepunyaan Allah (Luk. 17:16) justru dialah yang datang kepada Yesus setelah disembuhkan.

Youthers, mari kita merenung sejenak, bukankah kisah sembilan orang kusta yang tidak datang lagi kepada Yesus setelah disembuhkanNya terkadang kita sama seperti diri kita sendiri? Mungkin kita gencar mencari Tuhan dan berteriak minta tolong kepadaNya saat merasa tak berdaya, saat semua usaha sudah dilakukan namun tidak kunjung berhasil atau saat sakit keras dan dokter sudah angkat tangan, dan ketika pertolongan Tuhan datang, ketika kita menerima sesuatu yang luar biasa, mendapat jawaban doa, mendapatkan berkat dan mujizat dari Tuhan, saat kita disembuhkan dari penyakit, saat beban berat kita diluputkan oleh Tuhan, saat bisnis/karier kita berkembang, saat kita memiliki banyak uang dan saat kita merasakan kebaikan-kebaikan Tuhan lainnya, barulah kita bersyukur dan menganggap ini sebagai mukjizat dari Tuhan. Akan tetapi, di luar itu semua, justru kerap kali kita beranggapan bahwa semua yang terjadi dalam hidup ini seperti masih bisa bernafas setiap hari, apalagi hal-hal yang baik dan menyenangkan adalah hal biasa sehingga kita lupa menaikkan syukur kepada Tuhan dan lupa pada komitmen kita saat kita mengerang dalam doa kepada Tuhan di masa-masa sulit. Youthers, jika demikian, kemudian kita menjadi orang yang tidak tahu berterima kasih dan tidak tahu membalas budi.

Youthers, kita menjadi orang yang tidak tahu berterima kasih jika kita tidak datang kembali kepada Tuhan dan mengucap syukur mencari Tuhan lebih dari sebelumnya saat kita berdoa padaNya.

Bahan Diskusi : Apakah kita pernah menjadi pribadi yang tidak tahu diri dan tidak tahu berterima kasih kepada Tuhan? Ceritakan pengalaman itu!