SUPLEMEN COOL YOUTH BULAN FEBRUARI 2017 #2

09 Feb, 2017

MEMPERSEMBAHKAN PERSEMBAHAN YANG MAHAL

Bahan Bacaan
1 Raja-raja 18:34, “ Sesudah itu ia berkata:”Penuhilah empat buyung dengan air, dan tuangkan ke atas korban bakaran dan ke atas kayu api itu..”

Penjelasan Materi
Perlu kita ketahui Youthers dalam 1 Raja-raja 18, Nabi Elia yang mengumumkan kepada Ahab kalau bangsa Israel akan menghadapi kekeringan selama beberapa tahun. Hal itu benar-benar terjadi. Kemarau yang melanda Israel sangatlah serius. Kitab 1 Raja-raja 18:1 memberitahukan kita kalau kemarau tersebut bertahan selama 3,5 tahun lamanya. Dalam masa kekeringan ini, bangsa Israel bergantung pada makanan yang tersisa di dalam lumbung dan air sumur untuk bertahan hidup.

Dapat kah kita bayangkan Youthers, dengan keadaan kekeringan yang sangat serius melanda umat pada saat itu, tentu saja keberadaan air menjadi sesuatu yang sangat bernilai. Jika kita di masa sekarang ini mengalami kekeringan air, pastinya kita akan sangat irit menggunakan air dan tidak akan membuangnya untuk hal yang tidak penting demi kelangsungan hidup ke depan. Tetapi apa yang dilakukan Nabi Elia sangat mencengangkan kita. Nabi Elia yang menyiapkan lembu untuk kurban bakaran, kemudian melakukan suatu hal yang tidak dapat kita dipahami. Ia meminta orang-orang untuk menuangkan air ke atas korban bakaran dan ke atas kayu api hingga seluruh mezbah sangat penuh dengan air sampai airnya tumpah ke atas tanah.

Dalam kondisi kekeringan bertahun-tahun ketika itu, air menjadi sesuatu yang mahal dan amat bernilai, tetapi Nabi Elia jutsru mempersembahkan air di atas korban bakaran. Youthers, Nabi Elia telah memberikan sesuatu yang mahal sebagai korban persembahan kepada Tuhan, hasilnya dapat kita baca di ayat 38, “Lalu turunlah api TUHAN menyambar habis korban bakaran, kayu api, batu dan tanah itu, bahkan air yang dalam parit itu habis dijilatnya. Ketika seluruh rakyat melihat kejadian itu, sujudlah mereka serta berkata:”TUHAN, Dialah Allah! TUHAN, Dialah Allah!” Ya, Tuhan telah mendengarkan doa Elia. Ia mengirimkan api yang besar untuk menyambar habis korban bakaran dan semua yang ada di atas mezbah. Bahkan air yang di dalam parit itu habis dijilat.

Nabi Elia memberikan teladan luar biasa dengan cara memberikan persembahan yang mahal sebagai korban kepada Tuhan. Ia memberikan sesuatu yang sangat berharga di masa kekeringan itu, yaitu air. Dan persembahannya berkenan dihadapan Tuhan, sehingga ketika Nabi Elia berdoa, maka Tuhan menjawab doanya dengan mengirimkan api ke atas korbn bakaran yang Nabi Elia sedia.

Youthers, tahukah kita bahwa Tuhan juga rindu agar setiap kita dapat mempersembahkan persembahan yang mahal bagiNya? Persembahan yang mahal tidak hanya bicara soal materi, tetapi bicara soal sesuatu yang kita anggap paling berharga dalam hidup kita. Entah itu adalah harga diri kita, status jabatan kita, dosa-dosa yang masih kita sukai, kesombongan kita atau apapun yang sangat penting dalam hidup kita.

Youthers, di depan kita akan terjadi penuaian jiwa yang terbesar dan terakhir sebelum kedatangan Tuhan yang kedua kali, dan untuk melihat penuaian itu ada harga yang harus kita bayar. Bersediakah kita untuk menyerahkan semua yang berharga itu kepada Tuhan dalam pelayanan generasi ini? Melayani bicara soal panggilan. Kita harus dapat akan memberikan apa saja yang berharga dalam hidup kita, supaya generasi ini dipulihkan.

 

 

GBI Jalan Jend Gatot Subroto