PELAYANAN GEREJA-NYA DI ERA PENTAKOSTA KETIGA

03 Feb, 2019

Dari zaman ke zaman, Alkitab menyatakan bahwa enam hari lamanya Allah menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan DIA berhenti pada hari ketujuh. Rasul Petrus menyatakan bahwa satu hari bagi Tuhan sama seperti seribu tahun bagi manusia dan seribu tahun bagi manusia adalah satu hari bagi Tuhan. "Akan tetapi, saudara-saudaraku yang kekasih, yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu, bahwa di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari." (2 Pet 3:8)

Melalui studi Alkitab kita menemukan bahwa kehidupan manusia melewati tiga zaman yaitu:
1. Zaman Allah Bapa (zaman pra-sejarah) yang berlangsung selama 2000 tahun lamanya, dimulai dari Taman Eden dan berakhir dengan panggilan kepada Abraham.

2. Zaman  Anak Allah dimulai dengan perjanjian Allah kepada Abraham bahwa tanah Kanaan akan diberikan kepada Abraham dan keturunannya (Kej 3:15-17) lalu diteguhkan lagi melalui Firman Allah bahwa melalui benih Ishak yaitu Yesus Kristus semua bangsa dimuka bumi ini termasuk Indonesia akan diberkati Tuhan. Zaman ini berlangsung selama 2000 tahun dari Abraham sampai kepada Yesus Kristus.

3. Zaman yang kita hidupi sekarang ini yaitu zaman Roh Kudus yang dimulai sejak hari Pentakosta Pertama di kamar loteng Yerusalem. Saat ini kita berada di era Pentakosta Ketiga, kita berada di pintu akhir zaman Roh Kudus, dimana Tuhan Yesus akan segera datang kembali dalam kemuliaan-Nya. Apa yang Roh Kudus lakukan di zaman ini? Roh Kudus bekerja dengan luar biasa untuk menyucikan dan menyempurnakan gereja-Nya sehingga siap menjadi mempelai Kristus yang tak bercacat cela.

GEREJA DAN KUASA ROH KUDUS 
Ketika Roh Kudus bekerja dengan cara yang ajaib untuk menyempurnakan rencana Allah maka gereja-Nya semakin nampak, eksistensi semakin sama seperti ketika Yesus Kristus hidup dan berada di dunia; yaitu semakin bergairah untuk melayani jiwa-jiwa yang membutuhkan keselamatan dari Tuhan. Gembala Pembina Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo mengatakan bahwa tanda dari murid-murid Tuhan Yesus yang telah dipenuhi oleh Roh Kudus adalah kehidupan mereka ditandai dengan "Signs and wonders".
Allah kita adalah Allah Mujizat, Dialah Allah yang mengadakan banyak mujizat yang dahsyat di Perjanjian Lama tetapi lebih besar lagi mujizat yang Ia nyatakan dalam sejarah Gereja Tuhan adalah di dalam Perjanjian Baru. Kita melihat bagaimana Gereja Tuhan bisa berkembang begitu pesat di seluruh dunia termasuk di Indonesia? Jawabannya hanya satu; yaitu Kuasa Roh Kudus. Pada Pentakosta Pertama dalam khotbahnya rasul Petrus berkata;

"Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus." (Kis 2:38)

Karunia Roh Kudus diberikan Tuhan kepada Gereja-Nya tidak dengan sembarangan, melainkan untuk maksud dan tujuan tertentu, karena Tuhan bekerja dengan rencana yang sempurna dan bersifat kekal. Tiap sesi dari rencana Allah itu akan digenapi tepat pada waktu-Nya, manusia bisa saja menolak dan tidak percaya namun apapun respon manusia, itu tidak akan menghalangi rencana-Nya. Puji Tuhan kita berada di dalam Gereja yang percaya dan mau menerima karunia Roh Kudus.

Ada sembilan Karunia Roh Kudus (1 Kor 12:4-10) yang dibagi dalam tiga kelompok:
a. Karunia Pengetahuan Rohani (Revelation)
Yaitu: Perkataan Hikmat, Perkataan Marifat dan Membedakan segala roh.
b. Karunia Kuasa (Power)
Yaitu: Iman, Menyembuhkan dan Mujizat
c. Karunia Ilham (Inspiration)
Yaitu: Nubuat, Karunia berbahasa lidah dan Karunia menterjemahkan bahasa
lidah

MAKSUD DAN TUJUAN TUHAN MEMBERIKAN KARUNIA ROH KUDUS
1. Untuk Menyatakan Rahasia Allah
Gereja adalah tubuh Kristus di dalam dunia ini, namun banyak orang termasuk orang Kristen sendiri mengira bahwa gereja itu hanyalah gedung atau organisasi agama Kristen, mereka tidak mempunyai pengertian yang benar tentang hakekat gereja. Itu sebabnya kita melihat umat Kristen terbagi ke dalam kotak-kotak yang disebut dengan Katolik, Protestan, Injili, Pentakosta, Bethel dan lain sebagainya. Keadaan dan kenyataan ini disebabkan oleh faktor manusia yang memang berbeda-beda paham, pandangan, kebudayaan, suku dan bangsa. Namun Alkitab tidak mengenal seribu satu macam gereja, melainkan satu Gereja yang esa, satu tubuh Kristus yang esa karena di dalam Kristus semua orang percaya dari segala bangsa dibaharui oleh Roh Kudus dan menjadi satu bangsa yang kudus, keluarga Allah yang terpilih dan milik Allah sendiri. (Gal 3:28, 1 Ptr 2:9-10)

2. Untuk Memperluas dan Memperkuat Pekabaran Injil
Gereja lahir karena Injil, oleh karena itu gereja harus menginjil. "Core business gereja adalah pekabaran Injil" (Pdt. Japarlin Marbun - Ketua BPH GBI). Injil Kristus harus dikabarkan meliputi seluruh Indonesia bahkan sampai kepada segala bangsa di seluruh muka bumi, inilah Amanat Agung Tuhan Yesus yang harus dilaksanakan. (Mat 28:18-20)
Kita tahu ada begitu banyak rintangan dan tantangan terhadap upaya-upaya pekabaran Injil di dalam dan di luar gereja. Tanpa karunia Roh Kudus melalui Gereja-Nya, pekabaran Injil menjadi tidak menarik, tidak ada kesembuhan, tidak ada mujizat dan akhirnya tidak ada jiwa baru yang bertobat. Padahal mujizat merupakan "petunjuk arah" dan pembuktian bagi orang yang belum percaya, bahwa Allah itu ada dan mengasihi mereka.

Sistem penginjilan berdasarkan ilmu jiwa, ilmu pendidikan dan ilmu pengetahuan lainnya hanya menghasilkan sedikit jiwa yang bertobat, tetapi pekabaran Injil dengan karunia Roh Kudus itu dinamis dan revolusioner, seperti karunia yang bekerja dalam hamba-hamba Tuhan D.L. Moody, Gordon Lindsey, T.L.Osborn, Oral Robert, William Seymor, Billy Graham dan lain-lain yang dalam waktu singkat membawa ratusan ribu orang percaya kepada Tuhan. Di Indonesia pun Tuhan akan dan sedang membawa hamba-hamba-Nya yang penuh Roh Kudus untuk membawa kebangunan rohani dimana-mana.
Seperti yang terjadi pada  setiap Healing Movement Crusade (HMC) yang dilayani oleh Gembala Pembina kita, tanpa kuasa Roh Kudus tidak mungkin HMC bisa berlangsung dengan dahsyat dimana mujizat demi mujizat terjadi dan membawa orang menjadi percaya kepada Kristus.

3. Untuk Meneguhkan Iman Gereja Tuhan
Alkitab dengan tegas menyatakan bahwa Iblis adalah raja atau penghulu dunia, bahwa segenap dunia ini ada dalam genggaman kuasa si jahat (1 Yoh 5:19), ia adalah musuh Allah dan gereja-Nya, ia adalah pendusta dan bapa dari segala dusta, ia pembunuh manusia. Dengan bermacam-macam ideologi, filsafat, isme-isme (ajaran) dan agama ia menipu manusia dan membawa manusia kepada kebinasaan.
Alkitab menjelaskan bagaimana umat Allah di Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru begitu berat berjuang memelihara dan mempertahankan imannya kepada Allah. Bangsa Israel menerima Firman Allah melalui nabi-nabi-Nya, orang Kristen menerima Firman Allah melalui rasul-rasul-Nya, semua itu diketahui Iblis. Oleh sebab itu Iblis menyusup dalam gereja dengan pengajaran-pengajaran sesat, bersumber dari liberalisme, sekularisme, materialisme dan komunisme untuk membuat merosot dan akhirnya melumpuhkan iman gereja-Nya. Kristus diturunkan derajat-Nya menjadi seperti manusia biasa dan disejajarkan dengan tokoh agama-agama dan mereka pada akhirnya berkata. "Semua agama sama saja kan? Semua agama mengajarkan kebaikan kan?" Puji Tuhan, Roh Kudus ada di dalam perahu kehidupan kita, kita tidak lagi melawan angin ribut dengan kekuatan sendiri melainkan dengan mengandalkan kuasa Roh Kudus. Sejarah membuktikan iman Gereja-Nya tidak dapat dipatahkan, walaupun mengalami aniaya, harus mati syahid namun imannya tidak goyah. Apa rahasianya? Kuasa Roh Kudus, karunia Roh Kudus yang bekerja didalam gereja-Nya mematahkan setiap tipu muslihat Iblis.

PENERIMA KARUNIA ROH KUDUS
Hal yang penting untuk kita pahami bersama adalah rasul Paulus sudah menjelaskan bahwa karunia Roh Kudus itu diberikan untuk mendatangkan faedah atau berkat untuk umat Tuhan dan bukan untuk kepentingan diri sendiri (1 Kor 12:7) dan karunia apa yang diberikan Tuhan kepada kita, itu juga tergantung dari kehendak-Nya karena Ia mengenal pribadi kita dan mengetahui untuk apa kita dapat dipakai oleh-Nya.

Dari penjelasan rasul Paulus kita tahu bahwa yang dapat menerima karunia Roh Kudus itu bukan pengunjung gereja atau seseorang yang belum lahir baru melainkan setiap orang percaya yang telah yakin akan kebenaran Firman Tuhan yang menyatakan,

"Sebab dalam satu Roh kita semua, baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, baik budak, maupun orang merdeka, telah dibaptis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh." (1 Kor 12:13)

Keyakinan bahwa kita terikat dengan jemaat Tuhan adalah dasar Roh Kudus memberikan karunia-Nya. Apabila kita tidak mengasihi persekutuan jemaat Tuhan dan hanya mau bekerja sendiri-sendiri saja, maka tidak mungkin karunia Roh Kudus itu diberikan kepada kita. Karunia Roh Kudus itu tidak diberikan untuk kepentingan nama atau golongan tertentu melainkan untuk kemajuan gereja Tuhan, untuk kemuliaan dan hormat nama Tuhan Yesus Kristus. Kristus sebagai Kepala Gereja selalu memelihara dan membela tubuh-Nya, jemaat atau gereja adalah persekutuan orang-orang percaya yang berfungsi sebagai tubuh-Nya. Untuk kepentingan dan kemajuan tubuh Kristus inilah karunia karunia Roh Kudus diberikan.
Bayangkan jika setiap jemaat di gereja dimana kita tertanam dan melayani, mereka penuh Roh Kudus dan bergerak melayani dengan disertai karunia-karunia Roh Kudus yang bekerja dengan dahsyat, ada yang menyembuhkan, orang yang sakit parah, ada yang melakukan banyak mujizat, ada yang bernubuat dan lain sebagainya. Semua itu akan menarik banyak jiwa datang kepada Tuhan.

Waspada Terhadap yang Palsu
Ada karunia Roh Kudus yang asli yaitu yang sudah kita pelajari di atas, namun kita harus waspada terhadap karunia-karunia tiruan alias palsu. Karunia palsu ini telah mengacaukan gereja Tuhan dan menanamkan kebimbangan dalam hati umat Kristen terhadap karunia Roh Kudus.
Sebagai contoh: Sejak zaman Musa Iblis, telah meniru mujizat-mujizat Allah yang dilakukan Musa dengan kuasa Allah. Tongkat Musa menjadi ular, begitu juga tongkat ahli-ahli sihir bisa menjadi ular. Iblis bisa memakai hamba-hambanya yaitu dukun dan ahli sihir untuk menyembuhkan orang sakit dengan kuasa kegelapan yang berujung ada tumbalnya.
Ada dua sumber dari karunia palsu ini yaitu: dari manusia dan Iblis. Biasanya Iblis menggunakan Firman Tuhan yang disalahtafsirkan untuk memperkuat teori atau rencananya. (Matius 4:6)
Rasul Paulus menyebutnya sebagai ‘rasul-rasul palsu', atau kita bisa juga katakan untuk sekarang ini pendeta palsu, penginjil palsu (2 Kor 11:13) yang bergerak dalam pelayanan dengan tipu daya menunjukkan seolah-olah mereka adalah hamba-hamba Kristus.
Kita dapat mengenalnya melalui ajaran dan buah kehidupannya, karena orang yang meniru karunia Roh Kudus memilki sifat sombong dan berusaha menarik orang kepada dirinya sendiri; bukan kepada Kristus. Dalam pandangannya, semua orang dan semua golongan salah, hanya dia saja yang benar sehingga ia mengisolasi diri, hanya mau berkumpul dengan kelompoknya sendiri dan tidak suka bersekutu dengan eksponen tubuh Kristus yang lain.

Mereka juga berkata-kata dengan lidah asing, tetapi hanya dengan memperkatakan bahasa roh yang ‘asal bunyi', bukan berasal dari Roh Kudus. Dan dari buahnya kita bisa lihat karakter yang sombong, cemburu, tidak jujur, malas, kebencian. Segala sesuatu ada waktunya, dan hari ini api Pentakosta Ketiga sudah menyala, kalau kita ingin mengalami kehidupan melayani yang berdampak dan gereja dimana kita tertanam tidak sepi dengan jiwa-jiwa baru yang percaya kepada Tuhan, terimalah setiap kebenaran Firman Tuhan dengan hati terbuka lalu percayalah dan lakukanlah Firman Tuhan maka kita akan masuk ke ‘musim' yang tidak lazim; dimana  karunia-karunia Roh Kudus bekerja dengan dahsyat. Amin. (FM)