ROH KUDUS MENGINSAFKAN DUNIA AKAN DOSA DAN PENGHAKIMAN

07 Oct, 2018

"Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu. Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman; akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku; akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi; akan penghakiman, karena penguasa dunia ini telah dihukum." Yoh 16:7-11

Mendekati waktu-waktu terakhir dalam kebersamaan dengan murid-murid-Nya, Tuhan Yesus
menyampaikan tentang betapa sangat pentingnya Roh Kudus datang memenuhi murid-murid.
Adalah hal yang sangat kontradiktif dengan pengajaran Yesus apabila Gereja mengajarkan bahwa
era Roh Kudus sudah selesai dan berhenti sampai dengan hari Pentakosta yang hanya berperan
sebagai penanda kelahiran Gereja semata, sehingga sebagian besar orang yang memegang dan
percaya akan anggapan ini susah untuk dapat menerima pekerjaan Roh Kudus melalui mujizat
dan karunia-karunia roh yang bekerja melalui setiap orang yang dianugerahkan karunia tersebut.
Selain memberikan kuasa (Kisah 1:8) kepada orang percaya yang menjadikan mereka efektif
dalam pemberitaan Injil, apa yang Tuhan Yesus nyatakan dalam ayat-ayat tersebut di atas adalah
pekerjaan Roh Kudus dalam dunia, yakni: menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan
penghakiman.
Terkait dengan pekerjaan Roh Kudus ini tidak ada satu pun yang menjadi perdebatan diantara
aliran gereja, namun siapa yang menjadi objek dari pekerjaan Roh Kudus rupanya yang masih
menjadi perdebatan dan pertentangan dari beberapa pandangan.
Kata "dunia" dalam Yohanes 16:8 sebagai objek karya Roh Kudus dipahami berbeda oleh umat
Tuhan. Ada yang beranggapan bahwa kata "dunia" disana berarti orang-orang yang belum
percaya, sebagian lagi berpandangan bahwa kata "dunia" disana bukan hanya tertuju bagi orang
yang belum percaya saja, melainkan juga mereka yang sudah menjadi Kristen. Dengan kata lain:
 Disatu pihak menganggap bahwa Tuhan Yesus telah menebus kita dengan sempurna dari
dosa, sehingga tidak mungkin Roh Kudus mengingatkan lagi akan dosa.
 Namun dipihak lainnya beranggapan bahwa sekalipun kita sudah percaya kepada Yesus
namun dalam menjalani keseharian hidup, kita tidak lepas dari kesalahan, pelanggaran dan
meleset dari apa yang Tuhan kehendaki, sehingga kita membutuhkan Roh Kudus untuk
terus mengingatkan kita, agar kita terus hidup dalam pertobatan setiap hari.
Mana yang lebih tepat? Sebenarnya kedua hal tersebut bukanlah untuk dipertentangkan.
Donald Guthrie dalam buku "Teologia Perjanjian Baru" memberikan penjelasan; kata "dunia"
dalam bahasa Yunani adalah kosmos yang berarti keteraturan, susunan yang teratur, dan hiasan.
Kosmos juga berarti suatu sistem dalam alam semesta yang teratur atau harmonis, tetapi dalam
Alkitab kata kosmos sering digunakan dalam berbagai arti khusus, yaitu sebagai berikut:
1. Kosmos atau dunia dapat berarti tata cipta
Dalam bagian-bagian atau ayat-ayat dalam Injil Yohanes yang mengandung makna tata
cipta, selalu berbicara tegas bahwa kosmos adalah ada yang diadakan dan bukan yang ada
dengan sendirinya yang adalah ciptaan Allah. Dalam hal ini kosmos yang dimaksudkan
adalah dunia secara materi. (Yoh. 1:3, 10; 17:5)
2. Kosmos dapat berarti seluruh keberadaan
Yaitu tempat yang di dalamnya manusia dilahirkan, berkaitan dengan relasi antara Allah
dan manusia. Di sini lebih mengarah kepada dunia/bumi sebagai ciptaan di mana Yesus
sebagai manusia datang ke dalamnya. (Yoh. 6:14; 9:39; 18:37)
3. Kosmos dapat berarti manusia

Yang merupakan arti mayoritas dan tidak menunjuk kepada dunia secara materi. (Yoh.
3:16-17; 1:29; 4:42; 6:33)
Donald Guthrie mengatakan bahwa Yohanes memakai istilah kosmos dalam pengertian
manusia secara umum dan bukan manusia secara individual.
4. Kosmos dapat berarti dunia yang penuh dengan dosa
Yaitu sebagai keterangan subjek untuk iblis atau daerah iblis penguasa dunia yang jahat ini.
(Yoh. 12:31; 14:30; 16:11).
Kata dunia menunjukkan massa (sekelompok manusia dalam jumlah besar) yang
bermusuhan atau setidaknya acuh tak acuh terhadap kebenaran dan mereka menolak
menjadi pengikut Kristus. (Yoh. 7:7; 16:20, 33)
Kosmos yang terpisah dari Allah adalah kosmos yang berada dalam kegelapan dan jahat,
bukan karena jahat pada dirinya sediri tetapi karena dikuasai oleh roh-roh jahat, yang
berarti suatu sistem yang menentang Allah secara langsung.
Jika kita memperhatikan penjabaran diatas serta ayat Yoh 16:11 maka dalam konteks
pembahasan kita ini (Yohanes 16:8-11), kata "dunia" yang dimaksud bukanlah orang-orang
percaya, melainkan mereka yang berdosa karena tetap tidak percaya kepada Tuhan Yesus.
Adam Clarke's Commentary on The Bible menambahkan keterangan bahwa kata "dunia" dalam
ayat ini menunjuk pertama-tama kepada bangsa Yahudi, dan kemudian setelah itu orang-orang
kafir; namun demikian pengaruh-Nya tidak terbatas pada satu orang, tempat atau waktu.
Alkitab Penuntun Hidup Berkelimpahan memberikan catatan yang menarik terkait dengan karya
Roh Kudus bagi dunia. Dijelaskan disana, istilah "menginsafkan" (Yun. elencho) berarti
menyingkapkan, membuktikan ketidakbenaran, dan meyakinkan. Terkait dengan hal tersebut:
1. Pelayanan Roh Kudus untuk menginsafkan ini bekerja dalam tiga aspek:
a. Dosa.
Roh Kudus akan menyatakan dosa dan ketidakpercayaan supaya membangkitkan
kesadaran akan kesalahan dan perlunya pengampunan dosa. Keinsyafan ini juga
menerangkan akibat yang mengerikan jikalau orang berdosa terus berbuat dosa. Setelah
diinsafkan ia harus memilih. Hal ini sering kali menghasilkan pertobatan yang sungguh-
sungguh untuk berbalik kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. (Kis 2:37-38)
b. Kebenaran
Roh Kudus menginsafkan orang dan memberikan pengertian bahwa Yesus adalah Anak
Allah yang benar, yang telah bangkit dari antara orang mati, dimuliakan oleh Allah dan
kini Tuhanlah yang berkuasa atas segala sesuatu. Roh Kudus menyadarkan orang akan
patokan kebenaran Allah di dalam Kristus, menunjukkan apa sebenarnya dosa itu, serta
memberi kuasa untuk mengalahkan dunia. (Kis 3:12-16; 7:51-60; 17:31; 1Pet 3:18).
c. Penghakiman
Roh Kudus juga menginsafkan orang dan memberikan pengertian bahwa Iblis sudah
dikalahkan di atas kayu salib (Yoh 12:31; 16:11), penghakiman Allah atas dunia saat ini
(Rom 1:18-32) serta penghakiman seluruh umat manusia di masa depan. (Mat 16:27;
Kis 17:31; 24:25; Rom 14:10; 1Kor 6:2; 2Kor 5:10; Yud 1:14)
2. Karya Roh Kudus untuk menginsafkan orang akan dosa, kebenaran, dan penghakiman akan
dinyatakan di dalam semua orang yang telah dibaptis dalam Roh Kudus dan menjadi orang
percaya yang sungguh-sungguh dipenuhi dengan Roh Kudus.
 Kristus, ketika dipenuhi dengan Roh (Luk 4:1) bersaksi kepada dunia bahwa dunia
membenci Aku dan bahwa "pekerjaan-pekerjaannya adalah jahat" (lih. Yoh 7:7; Yoh
15:18) dan kesaksian ini mengundang orang untuk bertobat. (Mat 4:17)
 Yohanes Pembaptis, "penuh dengan Roh Kudus" sejak lahir, menyingkapkan dosa
umat Yahudi dan memerintahkan mereka untuk mengubah cara hidupnya. (Luk 3:1-
20)
 Petrus, "penuh dengan Roh Kudus" (Kis 2:4) menginsafkan 3000 orang berdosa dan
mengajak mereka untuk bertobat dan menerima pengampunan dosa (Kis 2:37-41).
3. Setiap pengkhotbah atau gereja yang tidak menyingkapkan dosa di depan umum dan
menuntut pertobatan dan kebenaran alkitabiah bukan dipimpin oleh Roh Kudus.

1 Kor 14:24-25 dengan jelas menyatakan bahwa kehadiran Allah di dalam suatu jemaat
dikenali dengan penyingkapan dosa orang yang belum percaya (yaitu, rahasia hati mereka)
yang diikuti dengan keinsafan untuk bertobat dan menerima keselamatan.
Jelaslah bahwa Roh Kudus memakai setiap orang yang dipenuhi-Nya untuk menjadi mitra kerja
Allah dalam menginsafkan dunia, orang-orang yang tidak/belum percaya akan dosa, kebenaran
dan penghakiman. Namun yang perlu diingat adalah bukan kita yang menghakimi dunia,
melainkan kita memperingatkan mereka akan penghakiman yang akan datang dari Allah dan
menimpa kepada mereka yang tidak percaya kepada Tuhan Yesus.
Mengingat akan hal tersebut di atas, di era Pentakosta yang Ketiga ini, era penuaian jiwa
terbesar dan terakhir sebelum kedatangan hari Tuhan yang besar dan dahsyat itu dimana Tuhan
Yesus memanggil dan menetapkan kita sebagai rasul/pembawa pesan pentakosta (the Pentecost'
Messenger), kita harus dibaptis Roh Kudus dan senantiasa dalam kondisi yang penuh dengan Roh
Kudus. Amin (AR)