ALLAH MENYEMBUHKAN TUMOR PAYUDARAKU

Posted by Admin 2026-05-22

blog-post-image

"“Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN,
yang menaruh harapannya pada TUHAN!"

Yeremia 17:7 TB

Perkenalkan nama saya Tasia, istri dari Micky Aryono dan ibu dari dua orang putri. Pada kesempatan ini, saya ingin menyaksikan kebaikan Tuhan yang telah menyembuhkan saya dari tumor payudara.

Pada tahun 2011, Tuhan telah memberikan mujizat. Penyakit kelenjar getah bening yang saya alami, sembuh dengan sempurna. Saya mengucap syukur atas semua yang telah Tuhan berikan, mujizat Tuhan terjadi atas hidup saya.

Tetapi sekalipun sudah mengenal Tuhan, saya masih hidup dalam keduniawian. Hal itulah yang mempengaruhi kerohanian saya sehingga belum dapat sungguh-sungguh dengan Tuhan. Sebagai seorang marketing, saya dan atasan terbiasa meng entertain klien. Pekerjaan saya yang penuh dengan tekanan membawa saya untuk ikut-ikutan minum alkohol dan merokok (social smoker).

Hingga suatu hari, tepatnya pada tanggal 29 Desember 2022, saya menemukan benjolan dipayudara bagian kiri. Sebagai manusia saya mulai khawatir dan sedih, namun  reaksi saya lebih kepada menyalahkan diri sendiri, karena telah menyia-nyiakan tubuh yang telah Tuhan berikan. Saya merenungkan betapa sombongnya saya sehingga tidak mau bersyukur,  padahal Tuhan sudah banyak menolong saya.

Saya memberitahukan keadaan itu kepada suami. Saya mengatakan bahwa saya telah lalai dan  menyesal sudah tidak  menjaga tubuh  dengan baik. Dengan air mata yang mengalir serta hati yang hancur, saya mulai berseru kepada Tuhan meminta pengampunan dari Tuhan.

Pada saat itu, intensitas pekerjaan saya cukup tinggi dengan  tiga perjalanan  ke luar negeri dan ke luar kota.  Puncaknya dibulan Desember, ketika membawa keluarga saya untuk  liburan  dan  sekaligus  bekerja di Bali.

Padatnya pertemuan regional membuat tubuh saya menjadi sangat lelah dan kurang cukup tidur.  Tetapi saya mengabaikannya dengan ikut minum-minuman keras, sekalipun saya sadar sudah menyia-nyiakan hidup dan sangat kelewatan.

Ketika mandi, tanpa sengaja saya meraba adanya benjolan di payudara bagian kiri. Saya tidak tahu sejak kapan benjolan itu sudah  ada.  Dalam kekhawatiran saya berdoa kepada Tuhan memohon penyertaan-Nya serta memberikan saya hikmat untuk menjalani proses ini. Saya tidak ingin  fokus kepada benjolan tersebut tetapi berserah memohon pengampunan dari Tuhan.

Pada malam tahun baru 2023, menjadi kebiasaan keluarga saya untuk berdoa bersama. Tuhan telah menuntun saya bertemu dengan sahabat saya semasa SMP. Ternyata dia pernah mengalami benjolan yang sama dan sudah berhasil dioperasi. Ia menyarankan saya berobat kepada seorang dokter spesialis bedah onkologi. Akan tetapi dia mengatakan bahwa dokter spesialis tersebut  sangat banyak pasiennya sehingga sulit didapat.

Mendengar hal itu, saya berdoa meminta penyertaan Tuhan. Puji Tuhan, keesokan harinya saya langsung dapat appointment dengan dokter tersebut. Tuhan telah membuka jalan bagi saya, sehingga pada hari itu saya bisa langsung diperiksa. Hasil dari pemeriksaan tersebut ditemukan adanya tiga berjolan.

Sebelumnya saya telah memeriksa diri ke RS lain sebagai first opinion dan hasilmya ditemukan satu buah benjolan. Setelah itu saya  baru diperiksa oleh dokter spesialis, proses pemeriksaan dapat berjalan dengan cepat. Tuhan memberikan segala kemudahan.

Saya tetap bersyukur, sekalipun hasilnya membuat saya terkejut. Dokter mengatakan, “untung ibu datang lebih cepat karena benjolannya masih kecil-kecil”. Ukuran benjolan yang  paling besar hanya 1 cm dan  lainnya sebesar 0.7 cm  dan 0,6 cm.

Kemudian dokter menyarankan untuk dibiopsi agar mengetahui kategori benjolan tersebut; jenis yang jinak atau ganas.  Sebelum melakukan tindakan, dokter kembali memeriksa dengan metode perabaan.  Hasil dari USG sebelumnya tedapat tiga benjolan, setelah melakukan pemeriksan metode perabaan, terdapat 5 benjolan.

Setelah dibiopsi, saya  harus menunggu hasilnya selama lima hari ke depan. Sebagai manusia  jujur timbul  rasa khawatir. Dalam keadaan tersebut,  saya belajar untuk melihat dari sisi yang berbeda. Saya tidak ingin ada rasa takut, tetapi mulai mempercayai Tuhan.

Pada  tahun 2011, saat saya  mengalami sakit kelenjar getah bening, keadaan saya begitu lemah dan takut. Namun entah mengapa, kali ini saya dapat merasakan Tuhan telah memberikan saya kekuatan,  saya lebih siap menghadapi penyakit ini bahkan dapat bersyukur kepada Tuhan.

Kebaikan Tuhan dapat saya rasakan dari perlakuan para perawat yang sudah begitu sabar dalam merawat saya  padahal mereka kelihatan sudah sangat lelah; bahkan dokter pun bersedia melakukan biopsi pada hari itu juga.

Sampai-sampai perawatnya  mengatakan,  “ibu beruntung deh,  dokter biopsinya mau melakukan tindakan hari ini juga, karena biasanya bila sudah lelah dia minta untuk keesokan harinya”. Puji Tuhan, saya merasakan kebaikan Tuhan.

Pada tahun 2011 saya pernah dibiopsi, sehingga masih terbayang betapa sakitnya dibiopsi karena  bagian tubuh harus dikorek hingga pada lapisan paling dalamnya. Saya tidak dapat membayangkan lagi bagaimana bila sampai dengan lima titik.  Dalam kekhawatiran itu saya mulai berdoa dan menyerahkan diri kepada Tuhan. Saya tidak  fokus dengan sakitnya tetapi mulai  mengucap syukur dan fokus kepada Tuhan, sebab Tuhan baik.

Ketika itu suami saya sedang dinas ke luar negeri, sehingga adik sayalah yang menemanI. Ia sampai lemas dan gemetaran melhat keadaan saya. Karena tidak kuat hatinya, ia sampai keluar dari ruang pemeriksaan. Sayalah yang seharusnya merasakan takut dan kesakitan. Namun Tuhan memberi saya kekuatan, lucunya saya juga yang harus  mengantar adik saya pulang ke rumahnya.

Sebagai karyawan yang baru diangkat dengan jabatan yang baru, saya bertanggung membuat perencanaan kerja di tahun 2023. Secara manusia saya merasakan tubuh ini begitu lemah, saya sangat kesakitan pada bagian payudara dan  bagian  lainnya.

Saya berpikir mungkin karena hormonal karena saya sudah memasuki diusia 49 tahun. Puji Tuhan, di dalam keadaan seperti itu saya masih dimampukan Tuhan untuk dapat menyelesaikan pekerjaan dengan baik, sekalipun keadaan saya yang tidak baik sampai harus  menahan rasa sakit dan sambil menunggu hasil pemeriksaan yang keluar pada waktu 5 hari.

Hari Minggunya kami  beribadah di GBI GROW (CK8). Saat itu  Ps. Monty bertugas membawakan Firman Tuhan. Saya merasakan Firman yang disampaikan berbicara kuat bagi saya pribadi. Selesai beribadah suami saya meminta Ps Monty untuk dapat mendoakan saya, agar hasil pemeriksaan tumornya dapat jinak.  

Hasil pemeriksaan biopsi seharusnya sudah dapat keluar pada hari senin, selambat-lambatnya di hari rabu. Namun pihak RS belum juga mengabarinya.  Saya mulai merasa kuatir, tetapi Tuhan mengingatkan untuk tetap tenang. Disaat ketakutan, tiba-tiba banyak teman yang menghubungi dan mulai kembali mendukung saya di dalam doa, mulai dari keluarga, teman-teman bahkan hamba Tuhan.

Puji Tuhan, tumor saya dinyatakan jinak. Lima  titik yang dinyatakan tumor hanya dua, sedangkan sisanya kategorinya fam (yang istilah kedokteran biasanya ada pada setiap wanita yang ada masalah hormon).

Saya berdoa dengan sungguh-sungguh meminta hikmat kepada Tuhan. Saya teringat saat saya sakit kelenjar gentah bening di tahun 2011 saya berobatnya di Malaka, jadi kali ini saya memutuskan untuk memeriksakan juga di Malaka sebagai opsi terakhirnya.

Akhirnya saya membuat janji dengan dokter untuk berobat di Malaka. Di sanalah Tuhan memberikan mujizat buat saya, hasil pemeriksaan dua benjolan itu dinyatakan bukan tumor dan mengecil.

Padahal saya sudah mempersiapkan jika benar tumor saya sudah siap untuk operasi (angkat) daripada dibiarkan membesar.  Tuhan memberkati saya dengan memberikan saya mujizat.  Saya sudah tidak minum-minuman keras lagi. Gaya hidup saya mulai berubah termasuk pola tidur saya yang tidak lagi suka bergadang.

Tuhan Yesus sungguh baiik untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. Jangan pernah berhenti mengucap syukur bahkan disaat kita sedang mengalami kesesakan. Tetaplah percaya dan fokus kepada Tuhan bukan masalah, saatnya kita bangkit  dan menjadi pemenang.