BERSAMA DENGAN TUHAN KITA ALAMI KEMENANGAN YANG GILANG GEMILANG

Posted by Admin 2026-05-22

blog-post-image

"Sekarang aku tahu,
bahwa TUHAN memberi kemenangan kepada orang yang diurapi-Nya
dan menjawabnya dari sorga-Nya yang kudus
dengan kemenangan yang gilang-gemilang
oleh tangan kanan-Nya."

Mazmur 20:6-7 TB

Perkenalkan nama saya Sri Lestari (Tary) dan suami saya Dedi. Suami saya adalah pendoa di SICC Tower Sentul. Saya ingin bersaksi tentang keajaiban Tuhan yang terjadi dalam hidup saya. Ada dua kejadian yang ajaib yang mau saya saksikan.

Yang pertama, terjadi di awal Januari 2022. Saya mengalami demam tinggi hingga 10 hari lamanya. Saya tidak berobat ke RS,  karena saat itu COVID-19 sedang menyebar kemana-mana. Saya takut, maka saya menolak berobat ke RS. Perlu diketahui bahwa saya belum vaksin, disebabkan saya ada autoimun yang menyerang sistem syaraf di tengkuk dan mengakibatkan kelumpuhan pada kedua tangan saya.

Saya bertahan dengan obat penurun panas, namun tidak membantu penyembuhan. Terkadang membuat saya menggigil, kadang panas tinggi hingga mengigau. Saya tidak bisa bangun selama beberapa hari dan jika bangun untuk berdiri saya jatuh, kepala saya sangat pusing. Penglihatan saya pun gelap; serasa mau pingsan.

Pada hari keempat saya bermimpi, saya dibawa ke Sorga tempat yang luar biasa indah dan penuh kedamaian. Tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata. Paginya saat saya bangun, sungguh ajaib seperti ada kekuatan baru, yang semula saya berpikir saya sudah tidak ada di dunia ini. Ternyata Tuhan alirkan kekuatan baru yang membuat saya bisa merambat untuk ke kamar kecil. Saya melihat bintik-bintik kecil merah di kulit kaki saya, saya curiga DBD.

Tuhan ingatkan saya tentang pohon pepaya yang tumbuh sendiri di depan rumah sebulan yang lalu. Pohon itu sudah setinggi 1/2 meter. Lalu saya minta tolong suami untuk petik daunnya, ditumbuk dan peras airnya. Selama 2 hari saya minum perasan itu dan juga jus jambu yang diolah oleh suami saya. Saya bersyukur berkat ketekunan, kesabarannya di dalam mendoakan dan merawat saya, maka saya berangsur pulih. Hari kedelapan saya sudah bisa makan sedikit. Oleh karena anugerah dan kemurahan Tuhan serta doa dari hamba-hamba-Nya, saya terus mengalami kesembuhan. Hari kesepuluh saya sembuh pulih sehat kembali. Tuhan Yesus sungguh dahsyaaaat.

Saat trombosit turun drastis dan tubuh saya tidak bisa melawan virus karena ada autoimun, saya hanya bisa berdoa dan berserah.  Firman Tuhan mengatakan, "Di dalam kelemahanmu kuasa-Ku menjadi nyata” dan itu saya alami.  Haleluyaaa!!

Kedua, pada tanggal 6 Juli 2022, saya mengalami pendarahan hebat yang tidak pernah saya alami sebelumnya. Tiba-tiba darah keluar setiap harinya seperti haid namun bergumpal-gumpal dengan intensitas tinggi. Sehingga saya tidak bisa leluasa bergerak atau berjalan. Kondisi seperti ini saya alami sampai tanggal 15 Agustus 2022.

Tanggal 16 Agustus - 8 September agak sedikit mereda walaupun tidak total berhenti. Namun tanggal 9 September keluar lagi sangat banyak sampai tanggal 20 Oktober 2022. Ketika agak sedikit mereda, saya segera memeriksakan diri ke RS di daerah Cibinong. Sebelumnya saya tidak berobat, karena saya kehilangan banyak darah yang membuat  saya lemas, tidak bertenaga dan sakit kepala.

Hasil pemeriksaan dokter, terjadi penebalan dinding rahim; endometrium. Tetapi dokter tidak berani melanjutkan penangganan lebih lanjut, karena saya ada autoimun yang menyerang sistem syaraf. Saya dirujuk ke RS lain di daerah Cibinong. Dari hasil pemeriksaan tersebut ditemukan adanya  Miom. Lalu dokter menyarankan untuk dilakukan tindakan operasi yang dijadwalkan pada tanggal 17 November 2022.

Tanggal 15 November 2022, saya dihubungi oleh saudara saya untuk datang ke rumahnya di Jakarta tanggal 19 November 2022, karena beliau ulang tahun. Saya sampaikan bahwa saya tidak bisa datang, karena saya akan dioperasi tanggal 17 November. Saya pun menjelaskan apa yang saya alami. Tetapi saudara saya mengatakan bahwa saya tidak perlu operasi, lebih baik kita doakan bersama di hari ulang tahunnya. Setelah diskusi dengan suami, akhirnya jadwal operasi diundur. Kami pun datang di acara tersebut. Sejak itu kami terus berdoa dengan iman yang teguh dan saya juga berusaha mengkonsumi makanan yang dapat mengecilkan miom.

Tanggal 28 November saya kontrol ke dokter untuk mengetahui kondisi miom. Karena dalam doa saya yakin bahwa Tuhan berkenan menolong saya, maka saya harus kontrol ke dokter untuk membuktikan iman saya itu.

Namun sayang, dokter menolak melakukan USG. Katanya tidak perlu USG lagi karena waktu itu sudah di USG. Malah dokter minta operasi dimajukan dari tanggal 17 Desember menjadi tanggal 5 Desember. Saya tidak setuju karena pada tanggal tersebut anak saya sedang ujian final test. Tetapi dengan beberapa pertimbangan medis, dokter tetap akan melakukan tindakan operasi tanggal 5 Desember 2022. Akhirnya kami mengikuti keputusan dokter, tetapi di dalam hati saya sangat bergumul masalah anak, dan ada beberapa biaya yang tidak ditanggung BPJS.

Tanggal 2 Desember 2022, tiga hari sebelum hari operasi, saya mengutarakan keheranan saya kepada seorang teman, mengapa dokter menolak keinginan saya untuk USG. Teman saya menyarankan untuk USG di RS lain. Memang kami sempat berpikir seperti itu, tapi berhubung pembayaran harus tunai dan biaya RS yang tidak murah, maka kami tangguhkan. Setelah mendapat konfirmasi dari teman, malamnya kami sepakat berdoa lewat zoom dan esok paginya kami USG ke RS.

Saya katakan,"Dok tolong USG, apa miom saya sudah hilang atau sudah lenyap?"

Mendengar hal ini suami saya sempat tertawa, karena dikira saya salah. Saya memang sengaja bernubuat seperti itu. Setelah saya ceritakan jejak rekam medis saya, dokter memeriksa dengan USG luar, namun tapi tidak ditemukan apa apa. Untuk memastikan hasil yang maksimal maka dokter mengganti dengan alat yang dimasukkan ke dalam. Alat itu diputar untuk memeriksa seluruh bagian dan Puji Tuhan hasilnya bersih. Sama sekali tidak ada miom.

Suami saya menanyakan hasil pemeriksaan tersebut dan dokter menyatakan bersih. Haleluyaaah!! Tuhan Yesus sungguh dahsyaaaat dan ajaib!!. Sehingga saya tidak perlu dioperasi dan pergumulan berat yang saya rasakan,  Tuhan angkat begitu saja. Saya sangat bersyukur untuk pertolongan dan kemurahan Tuhan. Saya juga sangat berterima kasih kepada suami, anak, team Profetik dan teman2 pendoa, penjaga Menara Doa SICC dan Bandung yang turut berdoa buat saya. Tuhan Yesus memberkati senantiasa berlimpah.

Tuhan Yesus baik, dalam segala waktu pertolongan-Nya pada waktu kesesakan sungguh terbukti. Sepanjang tahun 2022 adalah tahun yang berat bagi kami, tetapi segala perkara dapat ditanggung dalam Dia yang memberi kami kekuatan.

Dua kali melewati bayang-bayang maut, tapi Tuhan luputkan,Tuhan memberikan mujiizat. Tuhan melakukan jauh lebih banyak dari yang dapat kita doakan dan pikirkan yang ternyata dari Kuasa yang bekerja di dalam kita.

Haleluyaaah!!