TUGASMU BELUM SELESAI
Posted by Admin 2026-05-22
"Karena itu saudara-saudaraku yang kekasih,
berdirilah teguh, jangan goyah,
dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan!
Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan
jerih payahmu tidak sia-sia."
1 Korintus 15:8 TB
Perkenalkan nama saya Cynthia dan suami saya Andanu, kami memiliki seorang putri bernama Bella. Andanu adalah Gembala Cabang GBI Cijantung Rayon 1G. Pada kesempatan ini saya ingin berbagi cerita bagaimana Tuhan memberikan mujizat serta pertolongan-Nya yang sungguh ajaib.
Ini semua bermula ketika anak kami Bella mengalami panas tinggi, karena saat itu pandemi COVID-19 sedang tinggi, Bella pun menjalani tes PCR dan ternyata hasilnya positif. Besoknya kami sebagai orang tua, diharuskan menjalani PCR. Setelah keluar hasilnya positif Covid, kami diberikan obat-obatan dan menjalani isolasi mandiri di rumah. Namun pada hari ke enam suami saya mulai muntah-muntah. Setiap ia makan, minum obat pasti muntah, sehingga banyak kehilangan cairan tubuh. Seminggu kemudian saat Bella sembuh, kondisi saya dan suami masih lemas.
Hari Selasa tanggal 29 November 2022, pagi hari saat Bella pamit mau pergi ke sekolah, ia melihat kedua mata papanya sudah putih dan bicaranya pun sudah pelo. Awalnya saya berpikir kondisi kesehatan suami sudah membaik, karena ini hari ke 9-10 isolasi mandiri kami. Kira-kira jam 9 pagi, saya sempat melihat Andanu mau berdiri ke toilet, tapi karena tubuhnya lemah, dia jatuh terduduk dan berbaring kembali di tempat tidur. Saat saya bertanya mau makan apa, saya kaget karena ia menjawab seperti melantur/ mengigau dan pelo, matanya kelihatan putih semua, ke dua tangannya sudah kaku. Ternyata Andanu sudah tidak sadarkan diri. Saya segera membawanya ke IGD Rumah Sakit.
Sampai di IGD, ia langsung diinfus dan dirawat di ruangan khusus. Saya hanya bisa melihat dari balik kaca, saat dipasang selang infus di tangan kanan dan kiri, selang oksigen untuk pernapasan di hidung dan mulut, juga ada selang untuk urine/ kateter. Sore harinya anak saya kaget melihat kondisi ayahnya yang belum sadar. Kami berdua tidak diperbolehkan masuk ke ruangannya, hanya melihat dari balik kaca, badannya sudah dipasang banyak sekali selang dan ada alat monitornya.
Melihat kondisi seperti itu, hati saya sedih, saya tidak tahu apakah suami saya akan selamat? Semalaman kami menunggu di RS, berdoa, dan terus berdoa minta pertolongan Tuhan, supaya Andanu disembuhkan. Saat saya bertemu suster perawat dan minta waktu 5 menit saja untuk masuk ke ruangan kaca supaya bisa mendoakan, saya tidak diizinkan masuk.
Beberapa pemeriksaan pun dilakukan seperti scan otak, Puji Tuhan hasilnya baik, tidak ada pendarahan, dan paru-parunya juga bagus. Tetapi jantungnya lemah/ kritis dan menurut dokter bisa berhenti sewaktu-waktu, lalu ginjalnya juga bermasalah. Beberapa kali gula darahnya diperiksa dari 500, tengah malam menjadi 1000 lebih. Dokter menyarankan untuk dilakukan cuci darah, jika keadaan terus memburuk.
Tengah malam saya dan putri saya dipanggil dokter, untuk menandatangani Form / Surat pernyataan menyatakan, jika terjadi kondisi gawat darurat dapat dilakukan pertolongan pertama melalui beberapa tindakan.
a. Pertama pompa jantung dengan resiko tulang rusuk bisa patah.
b. Kedua selang besi yang dimasukan melalui mulut, dengan resiko giginya bisa patah.
c. Ketiga ventilator dengan dibuatkan lubang di leher, dengan resiko tidak bisa bicara seumur hidup.
Saat itu juga kami harus menandatangani form itu berdua bersama dengan anak saya Bella. Selesai menandatangani form tersebut, hati saya galau, perasaan saya tidak tenang, saya takut jika terjadi dampak dari tindakan-tindakan tersebut. Setelah baberapa lama, saya berinisiatif mencari dokter/ perawat yang menyerahkan form itu, namun tidak ketemu, dan surat itu tidak bisa dibatalkan.
Keesokan paginya karena belum sadar, berita mulai tersebar, banyak orang yang berdoa untuk kesembuhan suami saya. Ibu Gembala kami, Ibu Olga Rajagukguk menelpon dan berdoa menguatkan saya. Pengerja dan jemaat GBI Cijantung berdoa bersama melalui Zoom jam 12 siang. Tim Rayon 1 G pun mendoakan kesembuhan Andanu.
Hampir 30 jam Andanu belum juga sadar. Tiba tiba saya ditelpon Gembala kami, Bapak Pdt. Johannes Rajaguguk yang datang ke RS. Karena tidak dapat parkir, beliau hanya dapat ijin parkir sebentar di depan IGD. Kemudian beliau berdoa bersama di depan tembok IGD, persis di mana posisi kepala Andanu berada di balik tembok itu.
Tiga puluh menit kemudian saya dan anak saya bertemu perawat di depan ruangan kaca dan menanyakan kondisinya. Saat itu kami diperbolehkan melihat dari depan pintu yang terbuka. Langsung kami berseru memanggil namanya. Puji Tuhan, Andanu sudah sadar dan bisa mengangkat tangannya, menoleh ke kami, dan juga terdengar pelan suara balasannya. Puji syukur kepada Tuhan setelah 30 jam tidak sadar, Andanu sudah sadar kembali. Setelah 3 malam di RS Andanu diperbolehkan dirawat di rumah dengan memakai selang makanan di hidung sampai 2 minggu.
Bagi Tuhan tak ada yang mustahil. Tuhan memberikan mujizat kesembuhan, kesehatannya berangsur pulih. Sekarang setelah 4 bulan berlalu, Puji Tuhan jantung dan ginjalnya sembuh total dan gula darahnya normal serta tidak perlu cuci darah. Tuhan melakukan bagian-Nya, memulihkan keadaan suami saya, yang awalnya seperti tidak ada harapan lagi, namun karena banyak orang yang mendoakannya, Tuhan menunjukan kuasa-Nya.
Ada beberapa pengalaman rohani / spiritual yang dialami Andanu selama tidak sadar (30 jam) di RS, diantaranya adalah :
1. Melihat taman yang indah, luas dan kehijauan, bunga-bunga yang cantik, juga ada pepohonan, ada undakan / tingkatan tangga yang bertrap. Saya yakin itu adalah gambaran Surga yang Tuhan perlihatkan. Tempat dimana kita semua akan kembali pada akhirnya.
2. Mendengar suara, seperti announcement/ pengumuman di RS yaitu berita tentang menyebutkan nama ‘seseorang’ dengan kondisinya sudah sembuh atau berpulang / meninggal dan sebagainya, dengan jelas dan sering/ banyak. Saya yakin itu seperti suatu kesibukan yang terjadi di alam roh.
Kalau Andanu, suami saya mengalami mujizat kesembuhan dari Tuhan. Itu artinya tugasnya di dunia ini belum selesai. Harus menyelesaikan tugasnya di dunia ini sampai selesai, lalu pulang ke rumah Bapa yg permai. Haleluyah !! Maranatha !!