TUJUAN YANG ILAHI

Posted by Admin 2026-06-19

blog-post-image

"Sebab kita ini buatan Allah,
diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik,
yang dipersiapkan Allah sebelumnya."

Efesus 2:10 TB

Kisah Nyata: Florence Nightingale dan Panggilan dari Tuhan

Pada abad ke-19, seorang wanita muda dari Inggris merasakan sesuatu yang berbeda di dalam hatinya. Ia merasa Tuhan memanggilnya untuk melakukan sesuatu yang berarti bagi orang lain.

Wanita itu adalah Florence Nightingale. Florence lahir dalam keluarga kaya pada tahun 1820. Ia memiliki kehidupan yang nyaman dan semua kesempatan untuk hidup sebagai wanita bangsawan pada masa itu. Banyak orang berharap ia akan menjalani hidup yang tenang, menikah, dan menikmati kekayaan keluarganya.

Namun sejak usia muda, Florence merasa bahwa Tuhan memanggilnya untuk melayani orang yang sakit dan menderita. Pada masa itu, pekerjaan sebagai perawat tidak dianggap terhormat. Banyak orang bahkan menganggap pekerjaan itu tidak pantas bagi wanita dari keluarga terpandang.

Keluarganya pun menolak keputusan Florence. Mereka tidak mengerti mengapa ia ingin meninggalkan kehidupan yang nyaman untuk merawat orang sakit di rumah sakit yang kotor dan penuh risiko.

Namun Florence tetap yakin bahwa ini adalah panggilan Tuhan dalam hidupnya. Akhirnya ia belajar tentang perawatan medis dan mulai melayani di rumah sakit. Panggilan itu semakin jelas ketika terjadi Crimean War.

Pada masa perang tersebut, banyak tentara yang terluka dan dirawat dalam kondisi rumah sakit yang sangat buruk. Banyak pasien meninggal bukan hanya karena luka perang, tetapi juga karena infeksi dan kurangnya kebersihan.

Florence bersama timnya pergi ke rumah sakit militer di Scutari untuk membantu merawat para tentara. Ia bekerja tanpa lelah memperbaiki kondisi rumah sakit, menjaga kebersihan, dan merawat para pasien dengan penuh kasih.

Setiap malam Florence berjalan di lorong-lorong rumah sakit dengan membawa lampu untuk memeriksa keadaan para tentara yang sakit. Karena kebiasaannya itu, para tentara mulai memanggilnya dengan sebutan “The Lady with the Lamp”.

Pelayanannya membawa perubahan besar. Tingkat kematian di rumah sakit menurun secara drastis karena perbaikan sistem kebersihan dan perawatan yang ia lakukan.

Namun bagi Florence, yang paling penting bukanlah ketenaran, melainkan melakukan panggilan Tuhan dalam hidupnya. Ia percaya bahwa setiap kehidupan memiliki tujuan ilahi yang Tuhan tetapkan.

Relevansi dengan Alkitab: Diciptakan untuk Tujuan Tuhan

Efesus 2:10 mengajarkan bahwa kita adalah karya Allah yang diciptakan untuk melakukan pekerjaan baik yang sudah dipersiapkan-Nya.

Artinya, hidup kita tidak terjadi secara kebetulan. Tuhan memiliki tujuan khusus bagi setiap orang.

Seperti Florence Nightingale, kita mungkin merasakan dorongan dalam hati untuk melakukan sesuatu yang baik, membantu orang lain, atau melayani Tuhan dengan cara tertentu. Itu bisa menjadi bagian dari tujuan ilahi yang Tuhan rencanakan.

Apa yang Bisa Kita Pelajari?

Sebagai remaja, kita sering bertanya-tanya tentang masa depan: apa yang harus kita lakukan? Apa tujuan hidup kita? Kisah Florence Nightingale mengingatkan bahwa tujuan hidup tidak selalu tentang popularitas atau kesuksesan besar.

Sering kali tujuan Tuhan ditemukan dalam pelayanan kepada orang lain. Kita bisa belajar untuk:

  1. Mendengarkan panggilan Tuhan dalam hidup kita.
  2. Menggunakan talenta yang Tuhan berikan untuk membantu orang lain.
  3. Tetap setia melakukan hal yang benar meskipun tidak mudah.

Ketika kita hidup sesuai dengan tujuan Tuhan, hidup kita tidak hanya menjadi berarti bagi diri sendiri, tetapi juga menjadi berkat bagi banyak orang. (MA).

"I attribute my success to this:
I never gave or took any excuse.”

Florence Nightingale