BERKAT DARI TUHAN SEBAGAI SARANA KESAKSIAN KEBAIKAN TUHAN
Posted by Admin 2026-03-13
Sharing Supplement COOL Maret 2 2026
Berkat dari Tuhan sebagai Sarana Kesaksian Kebaikan Tuhan
Salah satu fenomena yang sering muncul di dunia internet/sosial media adalah “flexing”. Secara sederhana, flexing diartikan sebagai memamerkan kekayaan yang dimiliki melalui gambar, cerita/video di sosial media. Sebenarnya batasan mana yang flexing dan mana yang bukan flexing tidaklah jelas, semua tergantung dari komentar yang dituliskan oleh para netizen. Biasanya jika komentar yang diutarakan negatif, maka pemilik akun akan menurunkan posting-nya. Namun, ada suatu hal yang negatif dari fenomena ini, yaitu karena khawatir akan dilabelisasi sebagai kesombongan, justru banyak anak-anak Tuhan yang memberi kesaksian akan kebaikan Tuhan yang ia terima secara berkat jasmani atau finansial.
Kekhawatiran akan dilabelisasi sombong justru membuat banyak kesempatan untuk bersaksi atas kebaikan Tuhan, jawaban doa dan mukjizat Tuhan malah jadi tidak diceritakan. Kita tentu tidak mengagungkan kekayaan dan berkat jasmani, termasuk keuangan, yang ada pada kita. Kita hanya mengagungkan Tuhan dalam nama Yesus Kristus. Segala berkat yang kita terima dari-Nya harus kita pergunakan dan bisa jadikan sebagai sarana untuk bersaksi akan Dia. Itu bukanlah flexing, tetapi “witnessing” yaitu kita bersaksi bahwa Dia-lah yang memberkati kita, Dia-lah yang dengan kuat dan gagah dan kasih karunia-Nya memberkati kita. Dan berkat yang sama juga tersedia untuk semua orang yang mau datang dan diam di dalam Dia. Amin!
Minggu ini kita akan belajar bersaksi melalui berkat yang Allah berikan kepada kita.
1. Bersaksi tentang berkat dan perlindungan Tuhan atas keluarga kita (Kej. 12:2-3).
Abram dipanggil dan diutus oleh Tuhan untuk keluar dari negerinya dan pergi menuju ke negeri yang baru yang Allah berikan kepadanya. Dalam panggilan dan pengutusan ini, Allah menjanjikan adanya berkat jasmani yang berlimpah dan juga janji perlindungan atas Abram dan keluarganya. Saat kita baca kisah perjalanan Abram (namanya kelak diganti Tuhan jadi Abraham), kita dapat melihat realita bahwa tidak selalu berkat dan perlindungan itu tersedia selalu, namun selalu ada dan cukup bagi Abram sekeluarga. Pasang-surut kehidupan Abram dan keluarganya berjalan bersama Tuhan, menjadi kesaksian yang menggema ribuan tahun bagi semua orang percaya. Satu hal yang kita bisa simpulkan bahwa Allah setia pada janji-Nya dan karena kesetiaan Allah-lah maka Abram sekeluarga diberkati Tuhan di setiap musim hidup mereka.
Kitapun patut menyaksikan apa yang Tuhan lakukan pada kita. Kita patut untuk menceritakan bagaimana sekalipun banyak badai dan pergumulan hidup dalam keluarga kita terjadi dari waktu-ke- waktu, namun Allah tetap setia memberi berkat dan mencukupkan kebutuhan kita. Ditengah masyarakat yang semakin menghadapi ketidakjelasan secara ekonomi dan kebobrokan moral yang semakin menjadi-jadi sehingga membuat hidup semakin berat, kesaksian bagaimana Tuhan tetap menjaga dan memberkati serta mencukupkan hidup keluarga kita, menjadi sebuah angin segar dan jalan keluar bagi orang-orang yang dalam keterdesakan.
Ya, tidak semua orang akan memandangnyademikian; mungkin ada yang akan menuduh: flexing! Namun, kita bersaksi bukan untuk menyombongkan diri, tetapi memberitahu bahwa sumber berkat kita adalah Tuhan Yesus Kristus dan bagi siapapun yang mau percaya kepada-Nya, berkat dan janj-janji yang sama yang Abram terima, yang kita terima, juga tersedia buat mereka.
2. Bersaksi tentang menjadi kepanjangan berkat Tuhan (Ams. 11:24-25).
Salah satu prinsip dasar yang dipaparkan dalam Alkitab adalah bahwa apa yang kita terima dari Tuhan harus kita teruskan kepada orang lain. Tidak pernah berkat dari Tuhan hanya untuk diri kita semata; itu harus diteruskan dan menjadi berkat juga bagi orang lain. Prinsip ini juga yang diusung dalam Hukum yang Utama dan Terutama, yaitu Hukum Kasih. Firman Tuhan dalam Amsal yang kita baca menjelaskan dengan gamblang bahwa justru saat kita berbagi berkat kepada orang lain, Allah memastikan kita tetap dalam kelimpahan --apapun bentuk
kelimpahan yang Allah beri. Kita dipanggil untuk memancarkan Kristus melalui kehidupan kita. Kristus menjadi berkat bagi banyak orang, maka demikian juga hidup kita.
Sangat mudah untuk tidak berbagi berkat, apalagi secara keuangan, jika kita memakai alasan-alasan seperti: “saya masih kekurangan” atau “saya masih banyak kebutuhan” dsb., tetapi Allah memanggil kita untuk tetap menjadi berkat bagi orang lain, bahkan di saat kita mungkin dalam keadaan berkekurangan. Saat kita berbagi berkat, kita sedang memberi kesaksian bagaimana Tuhan menjaga hidup kita dan bagaimana kekuatan dan penghiburan Roh Kudus membuat kita tetap bisa berbagi sekalipun ada alasan yang valid untuk tidak berbagi. Saat kita berbagi berkat, kita bukan sedang flexing kekayaan seolah-olah punya banyak uang untuk dibagi-bagikan, tetapi kita perlu menjelaskan bahwa yang kita lakukan tidak lain dan tidak kurang hanyalah menjadi kepanjangan tangan berkat Tuhan. Kepada Tuhan-lah segala ucapan terima kasih dan kemuliaan berujung.
3. Bersaksi tentang berkat Tuhan yang tidak terduga (Luk. 6:38).
Konteks langsung ayat yang kita baca memang perihal ukuran untuk menilai seseorang atau situasi. Terdapat suatu “transaksi” atas apa yang kita lakukan dan apa yang kita terima sebagai konsekuensi, sebagaimana dijelaskan dalam konteks ayat 37-41. Namun, hal yang menarik adalah pada ayat 38 yang kita baca adalah bagaimana Allah dapat memberikan kepada kita lebih dari apa yang kita beri. Ayat tersebut tidak berbicara bahwa kalau kita memberi sedikit, pasti Allah akan memberi yang lebih banyak sampai berlimpah. Tidak. Ayat ini berbicara bahwa ukuran keiklasan kita dalam memberi, akan menjadi ukuran yang Allah perhatikan.
Kita sedang tidak transaksi pada Tuhan; apapun yang terjadi kita akan tetap memberi dan menjadi berkat, sebagaimana kita telah pelajari di poin diatas. Namun Allah tidak tinggal diam, Dia memperhatian apa yang kita beri dengan iklas. Berkat yang akan Dia berikan kepada kita akan melampaui apa yang kita duga/pikirkan. Berkat dari Tuhan bisa dalam berbagai bentuk dan bisa di waktu-waktu yang kita tidak duga, namun Tuhan pasti memberi berkat. Itulah yang “tumpah keluar”; suatu kelimpahan dan berkat yang Allah beri yang engkau tidak duga. Sudahkah engkau bersaksi akan kebaikan Tuhan ini? Sudah sepatutnya anda ceritakan untuk kemuliaan nama-Nya.
Berkat yang kita terima Tuhan adalah sarana yang baik untuk kita menyaksikan kebaikan Tuhan. Kesaksian bahwa Tuhan Yesus tetap menjaga dan memberkati kita di setiap pasang-surut musim kehidupan kita, adalah bagian yang harus kita lakukan sebagai bukti kita menghargai Tuhan dan kita menunjukkan jalan keluar dan pengharapan bagi yang membutuhkan serta kekuatan dan peneguhan diantara para anggota COOL kita. Amin. (CS)
Diskusi:
Bagikan kesaksian bagaimana Tuhan memberkati keluargamu, bagaimana Tuhan menjadikanmu berkat bagi orang lain dan bagaimana Tuhan memberimu jawaban lebih dari yang engkau doakan.