BIOLA TUA YANG HAMPIR DIBUANG
Posted by Admin 2026-05-07
"Sebab kita ini buatan Allah,
diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik…"
— Efesus 2:10a (TB)
Kisah Biola yang Kehilangan Suara
Di sebuah gudang tua yang penuh debu, tergeletak sebuah biola lama yang sudah lama tidak dimainkan. Senarnya mulai kendur, kayunya dipenuhi goresan, dan warnanya memudar dimakan usia. Di sekelilingnya terdapat alat-alat musik baru yang tampak jauh lebih indah dan modern.
Setiap hari biola tua itu melihat orang-orang datang memilih gitar baru, piano mengkilap, atau alat musik modern lainnya. Tidak ada yang pernah melirik dirinya. Lama-kelamaan biola itu mulai percaya bahwa dirinya sudah tidak berguna lagi.
“Aku terlalu tua. Suaraku pasti sudah jelek,” pikirnya sedih.
Suatu hari, seorang pemain musik tua datang ke gudang tersebut. Ia berjalan perlahan sambil memperhatikan setiap alat musik yang ada. Saat melihat biola tua itu di sudut ruangan, ia berhenti. Dengan hati-hati ia mengambilnya, membersihkan debunya, lalu mencoba memainkan satu nada.
Nada pertama terdengar kecil dan sumbang. Penjual toko langsung berkata, “Biola itu sudah rusak, Pak. Lebih baik pilih yang baru saja.”
Namun pemain musik itu tersenyum. Ia mulai mengencangkan senarnya satu per satu, memperbaiki posisi kayunya, lalu kembali memainkan biola tersebut.
Kali ini terdengar melodi yang lembut dan indah memenuhi ruangan. Semua orang terdiam.
Biola tua itu sendiri terkejut mendengar suaranya. Selama ini ia mengira dirinya sudah tidak memiliki nilai apa-apa. Padahal masalahnya bukan karena ia tidak berguna, melainkan karena terlalu lama tidak berada di tangan yang tepat.
Hari itu biola tua menyadari sesuatu. Bukan usia atau keadaan luarnya yang menentukan nilainya, tetapi siapa yang memegang dan memakainya.
Relevansi dengan Alkitab: Tuhan Masih Bisa Memakai Kita
Kadang kita merasa seperti biola tua itu. Kita merasa hidup kita penuh kekurangan, kegagalan, atau luka masa lalu sehingga berpikir Tuhan tidak bisa memakai kita lagi.
Namun Tuhan adalah Pribadi yang mampu memulihkan hidup yang terasa rusak sekalipun. Saat hidup kita berada di tangan Tuhan, Ia dapat membentuk, memperbaiki, dan memakai kita menjadi alat yang indah bagi kemuliaan-Nya.
Menjadi murid Kristus yang tangguh berarti tetap percaya bahwa Tuhan belum selesai dengan hidup kita, sekalipun dunia menganggap kita tidak berharga.
Apa yang Bisa Kita Pelajari?
1. Nilai hidup kita tidak ditentukan oleh pandangan manusia.
2. Tuhan dapat memulihkan hidup yang terasa rusak.
3. Jangan menyerah pada masa lalu atau kelemahan diri.
4. Murid Kristus yang tangguh mau tetap diproses di tangan Tuhan.
Sebagai anak muda, mungkin kita pernah merasa gagal atau tidak berguna. Namun ingat, Tuhan tidak pernah menciptakan hidup tanpa tujuan. Saat kita menyerahkan hidup kepada Tuhan, Ia dapat menghasilkan “melodi” yang indah melalui hidup kita. (MA).
"In the right hands,
even a broken instrument can create beautiful music."