ELANG YANG TAKUT TERBANG TINGGI
Posted by Admin 2026-05-07
"Tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru:
mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya."
— Yesaya 40:31a (TB)
Kisah Elang yang Hidup Bersama Ayam
Di sebuah peternakan kecil di kaki gunung, hiduplah sekumpulan ayam yang setiap hari sibuk mematuk makanan di tanah. Mereka bangun pagi, berjalan berkelompok, lalu kembali ke kandang saat matahari mulai terbenam. Suasana peternakan itu selalu ramai dan penuh suara ayam berkokok.
Suatu hari, seorang petani menemukan sebuah telur besar di pinggir hutan. Karena takut telur itu rusak dimakan hewan liar, ia membawanya pulang dan meletakkannya bersama telur-telur ayam lainnya. Beberapa minggu kemudian, telur itu menetas. Namun anak yang keluar terlihat berbeda. Paruhnya lebih tajam, cakarnya lebih kuat, dan sayapnya jauh lebih besar daripada anak ayam lainnya.
Meski berbeda, anak itu tumbuh bersama ayam-ayam lain. Ia belajar mematuk tanah, mencari biji-bijian, dan berlari kecil di sekitar kandang. Setiap kali ia mencoba mengepakkan sayap lebih tinggi, ayam-ayam lain menertawakannya. “Untuk apa terbang tinggi? Di bawah sini sudah aman,” kata mereka.
Hari demi hari berlalu. Anak elang itu mulai percaya bahwa dirinya memang seekor ayam. Ia berhenti mencoba terbang dan hanya menjalani hidup seperti yang lain. Sampai suatu sore, bayang-bayang besar melintas di atas peternakan. Seekor elang dewasa terbang gagah menembus awan.
Anak elang itu terpukau melihatnya.
“Burung apa itu?” tanyanya kagum.
“Itu elang,” jawab ayam tua. “Mereka hidup di langit. Tapi kita berbeda. Kita hanya ayam biasa.”
Anak elang itu memandang ke langit cukup lama. Entah kenapa, hatinya terasa tertarik. Ada sesuatu dalam dirinya yang merasa bahwa ia juga seharusnya berada di atas sana.
Keesokan harinya, saat tidak ada ayam lain yang melihat, ia mencoba mengepakkan sayapnya lebih kuat. Awalnya ia jatuh. Ia mencoba lagi dan kembali gagal. Namun semakin ia mencoba, semakin kuat sayapnya. Hingga akhirnya, untuk pertama kalinya, ia berhasil terangkat dari tanah.
Angin menyentuh wajahnya. Langit terbentang luas di depannya. Dan saat itulah ia sadar bahwa selama ini ia hidup jauh di bawah tujuan sebenarnya. Ia bukan diciptakan untuk terus mematuk tanah. Ia diciptakan untuk terbang tinggi.
Relevansi dengan Alkitab: Dipanggil untuk Hidup Lebih Tinggi
Banyak anak muda hidup seperti elang itu. Mereka sebenarnya memiliki potensi besar di dalam Tuhan, tetapi lingkungan membuat mereka takut melangkah lebih jauh. Kata-kata negatif, rasa minder, dan kegagalan sering membuat seseorang lupa akan panggilan Tuhan dalam hidupnya.
Padahal Tuhan tidak menciptakan kita untuk hidup biasa-biasa saja tanpa tujuan. Tuhan memanggil setiap kita untuk bertumbuh, menjadi terang, dan berdampak bagi orang lain. Menjadi murid Kristus yang tangguh berarti berani percaya bahwa Tuhan sudah menaruh potensi besar dalam diri kita.
Apa yang Bisa Kita Pelajari?
1. Lingkungan tidak selalu menentukan masa depan kita.
2. Tuhan menciptakan kita dengan tujuan yang besar.
3. Jangan takut gagal saat sedang belajar bertumbuh.
4. Murid Kristus yang tangguh berani melangkah keluar dari rasa takut.
Kadang kita terlalu lama hidup dalam keraguan sampai lupa siapa diri kita di hadapan Tuhan. Namun saat kita percaya kepada Tuhan dan berani melangkah, kita akan melihat bahwa Tuhan sudah mempersiapkan hal yang lebih besar daripada yang kita bayangkan. (MA).
"You were not born to stay on the ground
when God created you to soar."