FOCUS ON GOD AND YOUR GOAL

Posted by Admin 2026-05-05

blog-post-image

"Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap bahwa aku telah menangkapnya,
tetapi ini yang kulakukan:
aku melupakan apa yang telah di belakangku
dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku,
dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah."

Filipi 3:13–14 (TB)

Kisah Nyata: Eric Liddell dan Fokus pada Tujuan Tuhan

Pada Olimpiade tahun 1924 di kota Paris, seorang atlet asal Skotlandia bernama Eric Liddell menjadi perhatian dunia. Ia dikenal sebagai pelari cepat yang sangat berbakat dan diprediksi akan memenangkan medali emas di nomor lari 100 meter.

Namun, beberapa waktu sebelum pertandingan dimulai, Liddell mengetahui bahwa babak kualifikasi lomba 100 meter dijadwalkan pada hari Minggu. Bagi Liddell, hari Minggu adalah hari untuk beribadah kepada Tuhan, dan ia memegang prinsip untuk tidak mengikuti kompetisi pada hari itu.

Keputusan itu mengejutkan banyak orang. Media, pelatih, bahkan beberapa pejabat olahraga menekan Liddell agar tetap bertanding. Mereka berkata bahwa kesempatan memenangkan medali emas di Olimpiade mungkin hanya datang sekali seumur hidup.

Namun Liddell tetap teguh pada keyakinannya. Ia memilih untuk tidak mengikuti lomba 100 meter meskipun itu adalah nomor terbaiknya.

Sebagai gantinya, Liddell memutuskan mengikuti lomba 400 meter—sebuah nomor yang sebenarnya bukan spesialisasinya. Banyak orang meragukan kemampuannya karena jarak itu membutuhkan strategi dan stamina yang berbeda.

Pada hari perlombaan, sebelum memasuki lintasan, seorang teman memberinya secarik kertas berisi kutipan Alkitab: “Aku akan menghormati orang yang menghormati Aku.”

Liddell membawa pesan itu di dalam hatinya ketika berdiri di garis start. Ketika pistol start ditembakkan, ia berlari dengan seluruh kekuatannya. Gaya larinya yang unik—kepala sedikit menengadah dan langkah panjang—membuatnya tampak berbeda dari pelari lain.

Namun sesuatu yang luar biasa terjadi. Liddell bukan hanya memenangkan perlombaan itu, tetapi juga memecahkan rekor dunia saat itu. Ia membawa pulang medali emas Olimpiade.

Setelah Olimpiade, Liddell tidak mengejar ketenaran sebagai atlet. Ia memilih kembali ke Tiongkok untuk melayani sebagai misionaris, mengikuti panggilan Tuhan dalam hidupnya.

Relevansi dengan Alkitab: Fokus pada Tujuan yang Benar

Dalam Filipi 3:13–14, Rasul Paulus menggambarkan hidup seperti sebuah perlombaan. Orang percaya dipanggil untuk terus maju menuju tujuan yang Tuhan tetapkan.

Eric Liddell memahami bahwa keberhasilan terbesar bukan hanya memenangkan perlombaan di dunia, tetapi hidup setia kepada Tuhan.

Fokusnya tidak hanya pada medali atau prestasi, tetapi pada kehormatan bagi Tuhan. Ketika seseorang menempatkan Tuhan sebagai pusat hidupnya, keputusan yang diambil mungkin tidak selalu mudah, tetapi akan membawa makna yang lebih dalam.

Apa yang Bisa Kita Pelajari?

Sebagai remaja, kita juga memiliki banyak tujuan—dalam sekolah, karier, olahraga, atau mimpi masa depan. Tidak salah memiliki ambisi dan bekerja keras untuk mencapainya.

Namun kisah Eric Liddell mengingatkan kita bahwa tujuan hidup kita seharusnya tidak terlepas dari Tuhan.

Kita bisa belajar untuk:

1. Menempatkan Tuhan sebagai prioritas dalam hidup.

2. Tetap setia pada prinsip iman, bahkan ketika ada tekanan.

3. Mengejar tujuan dengan kerja keras sambil tetap memuliakan Tuhan.

Ketika kita fokus kepada Tuhan dan tujuan yang benar, hidup kita akan memiliki arah yang jelas. Seperti seorang pelari yang menatap garis finis, kita dipanggil untuk terus melangkah dengan iman, percaya bahwa Tuhan menuntun setiap langkah kita. (MA).

"God made me fast.
And when I run, I feel His pleasure."

Eric Liddell