HIKMAT TUHAN
Posted by Admin 2026-05-05
"Karena TUHANlah yang memberikan hikmat,
dari mulut-Nya datang pengetahuan dan kepandaian."
Amsal 2:6 (TB)
Kisah Nyata: C. S. Lewis dan Pencarian Akan Kebenaran
Seorang penulis terkenal dari Inggris bernama C. S. Lewis dikenal sebagai salah satu pemikir Kristen yang sangat berpengaruh. Namun tidak banyak orang tahu bahwa dalam masa mudanya, Lewis justru tidak percaya kepada Tuhan.
Lewis lahir di Belfast dan sejak kecil sangat menyukai buku serta dunia pemikiran. Ia memiliki kecerdasan yang luar biasa dan gemar mempelajari filsafat, sastra, dan sejarah. Ketika memasuki masa remaja dan kuliah di University of Oxford, ia mulai mempertanyakan iman Kristen yang dulu diajarkan kepadanya.
Bagi Lewis muda, banyak hal dalam kehidupan tampak tidak masuk akal. Ia melihat penderitaan di dunia dan mulai berpikir bahwa Tuhan mungkin tidak ada. Akhirnya ia menganggap dirinya seorang ateis.
Namun pencarian intelektualnya justru membawa dia pada perjalanan yang tidak ia duga. Lewis mulai membaca banyak buku filsafat dan berdiskusi dengan teman-temannya yang juga seorang pemikir Kristen. Salah satu sahabatnya adalah J. R. R. Tolkien.
Dalam berbagai percakapan panjang, Tolkien dan beberapa temannya menantang cara berpikir Lewis. Mereka tidak memaksa Lewis untuk percaya, tetapi mengajak dia mempertimbangkan kembali logika di balik iman Kristen.
Lewis mulai menyadari sesuatu yang menarik: semakin ia mencari kebenaran dengan akalnya, semakin ia melihat bahwa iman kepada Tuhan justru masuk akal. Ia menyimpulkan bahwa moralitas manusia, kerinduan akan kebenaran, dan makna hidup tidak dapat dijelaskan sepenuhnya tanpa keberadaan Tuhan.
Akhirnya, pada tahun 1931, Lewis mengambil keputusan besar dalam hidupnya: ia percaya kepada Kristus. Ia kemudian menulis bahwa dirinya merasa seperti “orang yang paling enggan bertobat di seluruh Inggris,” tetapi ia tidak bisa lagi menyangkal kebenaran yang ia temukan.
Setelah pertobatannya, Lewis menggunakan kecerdasan dan bakat menulisnya untuk menjelaskan iman Kristen kepada banyak orang. Buku-bukunya seperti Mere Christianity dan seri The Chronicles of Narnia membantu jutaan pembaca memahami iman dengan cara yang sederhana tetapi mendalam.
Relevansi dengan Alkitab: Hikmat Datang dari Tuhan
Amsal 2:6 mengingatkan bahwa hikmat sejati berasal dari Tuhan. Pengetahuan manusia sangat luas, tetapi tanpa hikmat Tuhan, kita bisa tersesat dalam berbagai pemikiran. Kisah C. S. Lewis menunjukkan bahwa iman Kristen bukan sekadar perasaan atau tradisi. Iman juga melibatkan pemikiran yang jujur dan pencarian akan kebenaran.
Ketika seseorang sungguh-sungguh mencari kebenaran dengan hati terbuka, Tuhan dapat menuntunnya kepada hikmat yang sejati.
Apa yang Bisa Kita Pelajari?
Banyak remaja hidup di dunia yang penuh informasi. Kita bisa menemukan berbagai pendapat, ide, dan pemikiran di internet, media sosial, atau pergaulan. Namun tidak semua informasi membawa kita kepada kebenaran.
Kisah C. S. Lewis mengingatkan bahwa kita perlu meminta hikmat Tuhan dalam menjalani hidup. Kita bisa melakukannya dengan:
1. Membaca Firman Tuhan dan merenungkannya.
2. Belajar berpikir kritis terhadap berbagai informasi.
3. Berdoa meminta Tuhan menuntun keputusan dan pemikiran kita.
Hikmat Tuhan membantu kita melihat hidup dengan perspektif yang benar. Bukan hanya mengetahui banyak hal, tetapi memahami mana yang benar dan mana yang tidak. Ketika kita hidup dengan hikmat dari Tuhan, kita tidak hanya menjadi orang yang pintar, tetapi juga menjadi pribadi yang bijaksana dalam menjalani hidup. (MA).
"I believe in Christianity as I believe that the sun has risen:
not only because I see it, but because by it I see everything else."
C. S. Lewis