KEADAAN MANUSIA PADA AKHIR AMAN

Posted by Admin 2026-05-08

blog-post-image

KEADAAN MANUSIA PADA AKHIR ZAMAN

“Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar”
2 Timotius 3:1

 

PENDAHULUAN
Keadaan manusia hari-hari ini semakin memburuk. Kalau kita melihat TV, surat kabar, dapat melihat bawah manusia tidak segan-segan lagi untuk membunuh sesamanya dan melakukan berbagai kejahatan. Firman Tuhan, dalam 2 Petrus 3 : 3 berkata “Yang terutama harus kamu ketahui ialah, bahwa pada hari-hari zaman akhir akan tampil pengejek-pengejek dengan ejekan-ejekannya, yaitu orang-orang yang hidup menuruti hawa nafsunya.

Saat manusia itu hidup menuruti hawa nafsunya, maka ia akan mudah untuk menyombongkan diri, menjadi pemfitnah, memberontak terhadap orang tua. Kehidupan moral manusia menurun, tidak sedikit yang hidupnya dikuasai oleh kesenangan dunia yang akan membawa mereka kepada kebinasaan. Ayah kandung yang memperkosa anak kandung sendiri, kasih sudah semakin dingin. Inilah keadaan dunia yang sangat memprihatinkan di akhir zaman ini.

 

ISI
Yang terjadi pada akhir zaman yaitu :

1. Terdengar deru perang (Matius 24:6-8)
Deru perang memang sudah terjadi sejak lama, dan tidak sedikit orang mati tanpa harapan. Kematian karena perang bukan barang baru lagi, namun kematian karena pembunuhan nama baik, pembunuhan karakter dengan menggunakan kata-kata ancaman, tekanan, kata-kata bohong, fitnah atau bahasa hoax sudah mulai marak. Banyak orang yang mati bunuh diri, karena tertekan oleh perang kata-kata, ini terjadi disekitar kita. Wanita, keadaan manusia pada zaman akhir semakin tidak menentu, oleh sebab itu diera perang ini kita harus terus memakai selengkap senjata Allah (Efesus 6:10-19).

 

2. Kedurhakaan semakin bertambah dan kasih semakin dingin (Matius 24:12)
Hari-hari ini banyak terekspos mengenai anak-anak sekolah yang tidak lagi memiliki rasa hormat kepada guru-guru disekolahnya, anak-anak ini tidak hanya menggunakan kekerasan secara verbal namun non verbalpun mereka lakukan. Begitupun dengan orang tua atau orang yang lebih tua, anak-anak jadi pemberontak dan garang, banyak orang mulai meninggalkan Tuhan, mereka menjauhkan diri dari kasih karunia Tuhan, sehingga kasih itu sudah semakin dingin, tidak bisa empati, simpati, rasa mengasihi mulai pudar. Kehidupan keluarga menjadi hambar. Hubungan pernikahan makin kendor.

Suami isteri dan anak-anak hubungannya semakin menjauh. Wanita yang dikasihi Tuhan, mari banyaklah kita berdoa dengan dewasa, waspadalah. Perbanyak perhatian kita kepada keluarga dan anak-anak, bahkan orang tua dan saudara-saudara kita, perbesar kapasitas kasihmu, minta kasih Kristus semakin melingkupi kita yang membawa kehangatan bagi orang-orang disekitar kita. Yosua 24:15b, Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada Tuhan. Firman ini terjadi bagi kita.

 

3. Manusia mencintai diri sendiri (2 Timotius 3:2-4)
Fokus manusia saat ini lebih banyak kepada pemenuhan kebutuhan dirinya sendiri sehingga dengan alasan kebutuhan manusia mulai fokus terhadap dirinya saja dengan menghalalkan segala cara serta mengejar berbagai kenikmatan hidup entah itu sex, bisa berselingkuh, hidup dalam percabulan, kenajisan, gaya hidup mewah, menjadi koruptor dan banyak hal lagi.

Hubungan suami isteri menjadi hancur karena berfokus pada diri sendiri, tidak mau saling menolong, saling membalut luka, tidak mau mengampuni, sehingga banyak perceraian. Anak-anak tidak terkontrol, jatuh dalam freesex, narkoba yang menjerumuskan mereka kedalam kebinasaan. Ini tugas kita sebagai tiang doa menjadi pendoa syafaat.

 

4. Nabi-nabi palsu yang menyesatkan banyak orang (Matius 24:11)
Akhir zaman ini harus extra hati-hati untuk menerima ajaran-ajaran, jangan sampai kita tertipu dengan ajaran yang menyimpang dari Firman Tuhan. Mari banyak melekat dengan Tuhan dan FirmanNya sehingga kita tidak disesatkan dan kita memiliki kepekaan untuk membedakan mana kehendak Tuhan mana yang palsu atau mana yang tidak.

 

PENUTUP
Wanita, keadaan dunia akhir zaman memang semakin tidak baik, oleh sebab itu kita harus memiliki knowledge, memiliki kepekaan secara rohani sehingga kita pandai menilai situasi, miliki kecerdasan sehingga kita dapat membawa orang-orang disekitar kita lebih mengenal dan mengalami Tuhan. “Hai perempuan-perempuan yang hidup aman, bangunlah, dengarkanlah suaraku, hai anak-anak perempuan yang hidup tenteram, perhatikanlah perkataanku!”(Yesaya 32:9).

Tuhan Yesus Memberkati