PRAYING WITH CONFIDENCE
Posted by Admin 2026-05-05
"Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya,
yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita,
jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya."
1 Yohanes 5:14 (TB)
Kisah Nyata: Corrie ten Boom dan Doa di Tengah Kegelapan
Pada masa World War II, seorang wanita Kristen dari Belanda bernama Corrie ten Boom menunjukkan bagaimana doa yang penuh keyakinan dapat membawa kekuatan bahkan di situasi paling gelap.
Corrie berasal dari keluarga sederhana yang memiliki toko jam di kota Haarlem, Belanda. Keluarganya dikenal sebagai orang-orang yang mengasihi Tuhan dan menolong sesama. Ketika Nazi mulai menganiaya orang Yahudi, keluarga Ten Boom memutuskan untuk menyembunyikan beberapa orang Yahudi di rumah mereka, meskipun itu sangat berbahaya.
Suatu hari, rahasia itu terbongkar. Tentara Nazi menangkap Corrie dan keluarganya. Mereka dipenjara dan akhirnya dikirim ke kamp konsentrasi Ravensbrück concentration camp, sebuah tempat yang terkenal dengan penderitaan, kelaparan, dan kekejaman.
Di barak yang kotor dan penuh kutu, Corrie dan kakaknya, Betsie, tetap berpegang pada iman mereka. Mereka membaca Alkitab secara diam-diam dan mengajak para tahanan lain untuk berdoa bersama. Banyak orang di sana kehilangan harapan, tetapi Corrie percaya bahwa Tuhan tetap hadir bahkan di tempat yang paling gelap sekalipun.
Suatu malam, Betsie mengingatkan Corrie tentang ayat Alkitab yang berkata untuk mengucap syukur dalam segala hal. Corrie merasa sulit melakukan itu, terutama karena barak mereka penuh dengan kutu yang sangat mengganggu. Namun akhirnya mereka tetap berdoa dan bersyukur—bahkan untuk kutu itu.
Belakangan mereka menyadari sesuatu yang mengejutkan: para penjaga jarang masuk ke barak mereka karena tidak tahan dengan kutu-kutu tersebut. Akibatnya, para tahanan di barak itu memiliki kebebasan lebih untuk membaca Alkitab dan berdoa bersama tanpa gangguan.
Corrie melihat sendiri bagaimana Tuhan bekerja melalui hal-hal yang tidak mereka pahami sebelumnya. Setelah perang berakhir, Corrie dibebaskan dan menghabiskan hidupnya berkeliling dunia untuk bersaksi tentang kasih, pengampunan, dan kuasa doa.
Relevansi dengan Alkitab: Berdoa dengan Keyakinan
1 Yohanes 5:14 mengajarkan bahwa kita bisa datang kepada Tuhan dengan keyakinan bahwa Dia mendengar doa kita. Corrie ten Boom tidak berdoa hanya ketika keadaan baik. Ia berdoa justru ketika hidup terasa paling sulit.
Doa bukan sekadar meminta sesuatu dari Tuhan. Doa adalah cara kita menyatakan kepercayaan bahwa Tuhan tetap bekerja, bahkan ketika situasi terlihat tidak masuk akal.
Corrie belajar bahwa iman bukan berarti hidup tanpa masalah, tetapi percaya bahwa Tuhan hadir di tengah masalah.
Apa yang Bisa Kita Pelajari?
Sebagai remaja, kita juga menghadapi berbagai tantangan—tekanan sekolah, konflik dengan teman, masalah keluarga, atau kekhawatiran tentang masa depan. Kadang kita merasa doa tidak mengubah keadaan.
Namun kisah Corrie mengingatkan kita bahwa doa yang dipanjatkan dengan iman selalu memiliki arti di hadapan Tuhan.
Kita bisa belajar untuk:
1. Berdoa bukan hanya saat keadaan baik, tetapi juga saat sulit.
2. Percaya bahwa Tuhan bekerja bahkan melalui situasi yang tidak kita pahami.
3. Datang kepada Tuhan dengan keyakinan, bukan dengan keraguan.
Ketika kita belajar berdoa dengan percaya, kita akan melihat bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Dia mendengar setiap doa, bahkan yang paling sederhana sekalipun. (MA).
"Never be afraid to trust an unknown future to a known God."
Corrie ten Boom