Simak materi tersebut selengkapnya pada link berikut ini:
KEDAULATAN TUHAN DAN KEHENDAK BEBAS MANUSIA
Ruang Remaja

"Merancang visi, bukan hanya impian
Maka sekarang, pergilah,
tulislah itu di depan mata mereka di suatu loh,
dan cantumkanlah di suatu kitab,
supaya itu menjadi kesaksian untuk waktu yang kemudian,
sampai selama-lamanya."
Yesaya 30:8 (TB)
Kisah Walt Disney: Visi yang Lebih Besar dari Kegagalan
Di masa remaja, pertanyaan tentang "masa depan" sering terasa menakutkan dan tidak jelas. Kita mungkin punya impian, tetapi impian sering kali terasa kabur tanpa adanya visi yang jelas. Kisah Walt Disney, pendiri kerajaan hiburan Disney, adalah tentang mengubah imajinasi menjadi visi yang konkret, yang dituliskan dan dipertahankan.
Jauh sebelum ia membangun Disneyland dan menciptakan karakter ikonik, Walt Disney adalah seorang seniman yang dipecat dari pekerjaannya sebagai editor surat kabar karena dianggap "tidak punya ide bagus" dan "kurang imajinasi." Studio animasi pertamanya bangkrut. Ia menghadapi penolakan finansial berkali-kali.
Namun, Disney tidak pernah kehilangan visinya. Ia memiliki kebiasaan yang luar biasa: ia selalu membuat sketsa dan mencatat ide-idenya. Visi tentang tikus lucu bernama Mickey Mouse, konsep taman hiburan yang akan membuat orang tua dan anak-anak bermain bersama, dan ide film animasi panjang—semua itu tidak hanya ada di kepalanya, tetapi dituliskan dan digambar.
Visi yang tertulis ini menjadi jangkar yang menyelamatkannya dari badai kegagalan finansial. Ketika bank menolak, ia kembali melihat sketsa visinya. Ketika ia diragukan, ia kembali ke catatan rencananya. Komitmennya pada visi yang tertulis membantunya tidak hanya bangkit dari kegagalan, tetapi juga membangun sebuah kerajaan yang melampaui masa hidupnya sendiri.
Relevansi dengan Alkitab: Menuliskan Kesaksian
Ajakan untuk menuliskan dan mendaftarkan visi kita, seperti yang dilakukan Walt Disney dengan sketsanya, sangat selaras dengan instruksi Tuhan kepada Nabi Yesaya (Yesaya 30:8). Tuhan meminta agar visi dan janji-Nya ditulis pada loh dan didaftarkan dalam kitab. Mengapa? Supaya itu menjadi kesaksian untuk waktu yang kemudian.
Di tahun-tahun remaja yang penuh gejolak, memiliki visi yang tertulis berfungsi sebagai jangkar rohani dan mental:
1. Mengkonkretkan
Visi yang ditulis mengubah impian yang kabur menjadi tujuan yang konkret dan terukur.
2. Menguatkan
Ketika kita merasa gagal atau bingung (seperti Disney saat bangkrut), kita bisa kembali melihat "kesaksian" tertulis itu dan mengingat di mana kita seharusnya menuju.
3. Memperjelas Pilihan
Visi yang jelas membantu kita membuat keputusan harian yang sesuai, sehingga kita tidak menyia-nyiakan waktu.
Miliki keberanian untuk menuliskan tidak hanya apa yang kamu inginkan, tetapi juga bagaimana kamu akan mencapainya, karena Tuhan menghargai hati yang merencanakan dan bekerja.
Apa yang Bisa Kita Pelajari?
1. Visi = Impian + Tindakan
Visi yang nyata bukanlah sekadar berharap; itu adalah impian yang memiliki rencana, deadline, dan langkah-langkah tertulis.
2. Tulis dan Gambar
Tiru Disney. Buat vision board, tuliskan tujuanmu di jurnal, atau buat mind map. Visi yang tertulis memiliki kekuatan magnetis yang menarik fokusmu.
3. Perencanaan Jangka Pendek
Fokus pada 90 hari ke depan. Jangan hanya merencanakan 10 tahun. Rencanakan hal kecil: semester ini, bulan ini, minggu ini. Kemenangan kecil menumpuk menjadi visi besar.
4. Inklusi Tuhan
Pastikan visimu tidak hanya tentang dirimu. Sertakan bagaimana kamu akan menggunakan visimu untuk melayani Tuhan dan memberkati orang lain.
Sebagai remaja, jangan biarkan waktumu terbuang tanpa arah. Ambillah pena dan lohmu hari ini. Tuliskan visimu, karena masa depan yang hebat dimulai dengan sebuah visi yang jelas. (MA)
"All our dreams can come true,
if we have the courage to pursue them."
Walt Disney
Dunia Kita

Hiu dikenal sebagai predator laut yang menakutkan dengan gigi tajam dan tubuh yang kuat. Namun tahukah kamu bahwa hiu sebenarnya tidak memiliki tulang sama sekali? Seluruh rangka tubuh hiu tersusun dari tulang rawan, bukan tulang keras seperti manusia atau hewan darat lainnya.
Fakta ini membuat hiu menjadi salah satu makhluk laut paling unik di dunia, karena struktur tubuhnya justru memberinya keunggulan untuk bertahan hidup di lautan.
KERANGKA TUBUH YANG FLEKSIBEL
Tulang rawan adalah jaringan yang lebih ringan dan lentur dibanding tulang keras. Karena itulah tubuh hiu menjadi lebih ringan sehingga ia dapat berenang cepat dan lincah tanpa membutuhkan energi berlebih.
Struktur ini juga membuat hiu mampu bergerak dengan gesit saat berburu mangsa. Fleksibilitas tubuhnya membantu hiu berbelok tajam di air, sesuatu yang lebih sulit dilakukan jika rangkanya terbuat dari tulang keras.
GIGI YANG SELALU DIGANTI
Walaupun tidak punya tulang, hiu memiliki barisan gigi yang sangat kuat. Uniknya, gigi hiu bisa terus tumbuh dan diganti sepanjang hidupnya. Jika satu gigi patah atau lepas, gigi baru akan segera menggantikannya.
Beberapa spesies hiu bahkan bisa kehilangan ribuan gigi selama hidupnya tanpa kesulitan makan. Sistem ini menunjukkan betapa sempurnanya desain tubuh hiu untuk bertahan sebagai predator laut.
APA KATA ALKITAB?
Ayub 12:7 berkata:
"Tetapi bertanyalah kepada binatang, maka engkau akan diajar olehnya, kepada burung di udara, maka engkau akan diberitahu olehnya."
Ayat ini mengingatkan bahwa kita bisa belajar banyak hal dari makhluk ciptaan Tuhan. Bahkan seekor hiu pun dapat mengajarkan kita tentang desain kehidupan yang luar biasa dan penuh hikmat.
KESIMPULAN
Hiu membuktikan bahwa kekuatan tidak selalu berasal dari struktur yang keras. Justru karena tubuhnya lentur dan ringan, ia menjadi salah satu makhluk laut paling tangguh.
Fakta unik ini mengajarkan bahwa Tuhan sering memberi kita kekuatan dengan cara yang tidak kita duga. Apa yang terlihat “berbeda” dalam diri kita bisa jadi justru adalah kelebihan yang Tuhan berikan untuk menjalani hidup dengan maksimal. (MA)
Ruang Kesaksian

"Bagi banyak orang aku seperti tanda ajaib,
karena Engkaulah tempat perlindunganku yang kuat."
Mazmur 71:7
Pada kesempatan ini saya Eka ingin membagikan pertolongan dan keajaiban Tuhan yang terjadi di dalam kehidupan keluarga kami, terutama adik saya Eva. Kami tinggal di Menado dan melayani di GBI Marina Plaza Manado.
Pada hari Minggu, 20 November 2022, adik saya Eva melayani diibadah Raya GBI Marina Plaza Menado sebagai singer. Dalam suasana penyembahan tiba-tiba ia terjerembab, namun tidak sampai jatuh karena teman di sampingnya sempat menahannya. Pertolongan pertamapun diberikan oleh beberapa orang pengerja dan diantaranya ada 2 orang dokter.
Saat diperiksa nadinya Eva sangat lemah, hampir tidak terdeteksi. Karena Eva sudah tidak sadarkan diri, maka segera dilarikan ke Rumah Sakit. Sampai di Rumah Sakit, Eva langsung di CT Scan dan hasilnya sangat mengejutkan, ia mengalami pendarahan hebat di batang otak dan keadaan Eva koma.
Saat dipindah dari IGD menuju ICU di lantai 3, saya melihat dari mulutnya keluar busa yang begitu banyak. Melihat kejadian ini secara manusia saya begitu kuatir dan sedih sekali, mengingat suaminya baru di panggil Tuhan 10 bulan yang lalu. Meninggalkan Eva dengan 2 anak yang paling besar kelas 2 SMA dan yang bungsu kelas 4 SD.
Sampai di ICU saya tidak bisa masuk ke dalam tetapi hanya menunggu di luar. Dokter memperlihatkan melalui layar monitor kondisi otak Eva, kondisinya sangat buruk. Pendarahan melebar kemana-mana, sampai ke batang otak dan terjadi pembengkakan. Itulah yang membuat pasien tidak sadarkan diri, dokter menjelaskan bahwa tidak ada tindakan lain, selain harus segera dioperasi supaya pendarahan tidak melebar dan menekan batang otak.
Mendengar hal ini saya hanya dapat menangis dan bertanya,
"Bagaimana kondisi Eva jika selesai di operasi? Apakah keadaannya akan baik seperti semula?"
Namun dokter mengatakan bahwa tidak bisa memprediksi keadaan pasien, karena konsisinya sangat parah.
“Sekarang terserah keluarga.. kami hanya menjalankan prosedur penanganan.”
Dokter memberikan pilihan yaitu menandatangani persetujuan untuk operasi dengan segala resikonya. Saat itu iman saya bangkit, ada kekuatan yang timbul dan saya percaya itu dari Tuhan.
Saya katakan kepada dokter, bahwa saya siap menandatangani persetujuan tindakan operasi, karena saya percaya hidup dan mati itu ada di dalam tangan Tuhan dan saya sangat percaya bahwa semua ada di dalam kendali Tuhan.
Saat itu juga dokter memberikan dukungan;menguatkan juga meyakinkan saya, "ibu berdoa kami bekerja". Perkataan inilah yang membuat iman saya bangkit, saya sepakat dengan dokter bahwa saat ini juga harus segera di operasi.
Karena hari itu adalah hari Minggu, tidak ada dokter yang bertugas di rumah sakit, sehingga mereka terlebih dahulu menghubungi dokter bedah. Dari pembicaraan lewat WA dengan beberapa saudara, kami berdoa sekiranya Tuhan memberi seorang ahli bedah saraf yang terbaik. Puji Tuhan dokter yang akan mengoperasi Eva adalah dokter yang kita doakan.
Sekitar jam 6 sore dokter bedah datang dan memanggil saya, menanyakan tentang keadaan Eva. Sayapun menjelaskan kronologinya. Dokter mengatakan bahwa ia dihubungi pihak RS karena ada pasien yang harus segera dioperasi, padahal hari itu bertepatan dengan hari ulang tahunnya. Saat ia sedang didoakan, ada suatu kekuatan yang mendorongnya untuk bersedia melakukan operasi saat itu juga. Ia mau memberi hidup untuk melayani Tuhan di hari ulang tahunnya, mungkin ini perintah Tuhan.
Dokter menjelaskan,
"mujizat jika Eva sembuh. Secara medis kemungkinan kecil untuk sembuh, tetapi bila kita memiliki iman percaya meskipun kecil tetapi bisa memindahkan gunung. Mari kita serahkan kepada Tuhan."
Untuk proses operasi Tuhan yang akan campur tangan, support doa dari teman-teman sepelayanan dan Bapak Gembala menjadi kekuatan untuk Eva. Saya percaya doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.
Diperkirakan lama operasi 4-5 jam, tindakan operasi dilakukan dari jam 19.39 - 21.00 lebih cepat dari perkiraan semula. Menurut dokter, pasien yang seperti ini membutuhkan waktu yang cukup panjang untuk dapat pulih memorinya seperti semula. Begitu pula kondisi mulutnya, pada waktu dibawa ke rumah sakit keadaannya bengkok, demikian pula kondisi tangan dan kaki kanan tidak bisa digerakan. Tetapi Puji Tuhan, semuanya bisa pulih kembali tanpa proses terapi.
Dan puji Tuhan, pada tanggal 25 Desember 2022, Eva sudah bisa beribadah ke gereja, dan sampai saat ini keadaannya sehat. Haleluyaaa, Tuhan Yesus baik!
Kami sangat bersyukur kepada Tuhan Yesus, karena kami melihat kehadiran Tuhan lewat apa yang Eva alami. Segala sesuatunya Tuhan yang campur tangan dan semua dalam kendalinya Tuhan. Kami hanya berdoa, memuji dan menyembah Tuhan, biarlah tangan Tuhan sendiri yang bekerja memulihkan Eva. Iman kami bangkit dan kami mengalami kemenangan yang dari pada Tuhan.
Memasuki tahun 2023, adalah tahun dimana lewat Gembala Pembina Tuhan berbicara, bahwa tahun 2023 adalah Tahun Bangkit Dan Jadilah Pemenang. Sesungguhnya Tuhan sudah melakukannya bagi kami sehingga kami sangat dikuatkan dan melihat tahun 2023 akan lebih baik dari tahun yang telah kami lalui, seperti ada tertulis:
"Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia."
1 Korintus 2:9
Sampai dengan hari ini adik saya Eva sehat dan baik keadaannya. Sungguh Tuhan Yesus amat sangat teramat baik. Terima kasih Tuhan Yesus, segala pujian dan syukur hanya bagi NamaMu. Tuhan Yesus memberkati kita semua.
We use cookies to enhance your experience. By continuing to visit this site, you agree to our use of cookies.
