Simak materi tersebut selengkapnya pada link berikut ini:
KETULUSAN DALAM MENERIMA KEPUTUSAN BAPA
Ruang Remaja

"Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup,
janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,
dan pergunakanlah waktu yang ada,
karena hari-hari ini adalah jahat."
Efesus 5:15-16 (TB)
Kisah Benjamin Franklin: Master Kehidupan 24 Jam
Benjamin Franklin adalah salah satu Bapak Pendiri Amerika yang paling produktif. Ia adalah seorang penulis, politisi, ilmuwan (penemu penangkal petir), dan pengusaha yang sukses. Bagaimana mungkin satu orang bisa mencapai begitu banyak hal dalam satu masa hidup? Jawabannya terletak pada keahliannya yang luar biasa dalam manajemen waktu dan disiplin diri.
Franklin percaya bahwa waktu adalah sumber daya yang paling berharga, dan ia memperlakukannya dengan penuh hormat. Ia menjalani hidupnya dengan sistem yang sangat terstruktur:
1. Jadwal Harian yang Tegas
Ia memiliki jadwal ketat, dari bangun jam 5 pagi, merenungkan pertanyaan seperti: "Apa yang harus aku lakukan hari ini?" hingga tidur jam 10 malam. Setiap jam dialokasikan untuk kegiatan tertentu (bekerja, makan, belajar).
2. Fokus pada Kebajikan
Franklin menetapkan 13 kebajikan (seperti ketertiban, ketekunan, kejujuran dan seterusnya) yang ia latih secara bergantian setiap minggunya. Ia tahu bahwa mengelola waktu adalah tentang mengelola diri sendiri.
3. Evaluasi Diri
Setiap malam, sebelum tidur, ia meninjau hari itu dan bertanya, “Kebaikan apa yang telah aku lakukan hari ini?"
Melalui disiplin ini, Franklin berhasil memanfaatkan setiap jamnya, mengubah waktu yang mungkin disia-siakan oleh orang lain menjadi penemuan, kekayaan, dan pelayanan publik. Ia mengajarkan kita bahwa memiliki waktu lebih banyak tidak penting; yang penting adalah memanfaatkan waktu yang sudah kita miliki dengan bijak.
Relevansi dengan Alkitab: Membeli Kembali Waktu
Kisah Franklin tentang hidup yang terstruktur sangat relevan dengan ajakan Paulus dalam Efesus 5:15-16. Ayat ini meminta kita untuk tidak hidup seperti orang bebal, tetapi seperti orang bijak, dan yang terpenting: pergunakanlah waktu yang ada (dalam terjemahan lain: redeem the time atau 'tebuslah waktu').
Mengapa kita harus ‘menebus waktu’? Karena hari-hari ini adalah jahat. Dunia menawarkan ribuan gangguan (media sosial, drama, hiburan tanpa akhir) yang secara masif akan mencuri waktu kita.
‘Menebus waktu’ berarti kita harus secara aktif memilih untuk menginvestasikannya pada hal yang membangun dan abadi, bukan hanya hal yang mendesak atau menyenangkan sesaat. Di usia remaja, di mana godaan FOMO (Fear of Missing Out) sangat kuat, kita perlu disiplin seperti Franklin: menetapkan tujuan, membuat jadwal rohani dan belajar, dan menghormati waktu yang Tuhan berikan kepada kita.
Apa yang Bisa Kita Pelajari?
1. Gunakan Waktu, Jangan Dikuasai Waktu
Jangan biarkan harimu didorong oleh notifikasi. Mulailah hari dengan membuat daftar tugas prioritas, dan kerjakan hal yang paling penting saat energimu paling tinggi.
2. Terapkan Batasan
Tentukan jam khusus untuk media sosial dan istirahat. Di luar jam itu, fokuslah pada tanggung jawabmu (sekolah, keluarga, pelayanan). Disiplin adalah kebebasan sejati.
3. Evaluasi Malam
Tiru kebiasaan Franklin. Sebelum tidur, tinjau hari itu. Apakah kamu menggunakan waktu untuk hal yang kamu hargai? Jika tidak, buat penyesuaian untuk hari berikutnya.
4. Investasikan pada Hal Abadi
Alokasikan waktu untuk pertumbuhan rohani (doa, baca Alkitab) dan pengembangan karakter. Ini adalah investasi waktu yang bunganya akan kamu nikmati seumur hidup dan kekal.
Sebagai remaja, waktu adalah modalmu yang paling berharga. Jangan biarkan ia terbuang. Jadilah bijak, berdisiplin, dan tebuslah setiap kesempatan yang ada. (MA)
"Dost thou love life? Then do not squander Time;
for that's the Stuff Life is made of."
Benjamin Franklin
Dunia Kita

Madu sering dianggap hanya sebagai pemanis alami atau obat tradisional. Namun tahukah kamu bahwa madu adalah satu-satunya makanan di dunia yang tidak pernah basi? Bahkan madu yang ditemukan di makam Mesir kuno berusia ribuan tahun masih aman untuk dikonsumsi.
Fakta ini membuat madu bukan sekadar makanan biasa, tetapi salah satu contoh keajaiban alam yang luar biasa dan jarang disadari banyak orang.
RAHASIA DI BALIK KEABADIAN MADU
Madu memiliki kandungan air yang sangat rendah dan kadar gula yang sangat tinggi. Kondisi ini menciptakan lingkungan yang tidak ramah bagi bakteri dan mikroorganisme penyebab pembusukan.
Selain itu, lebah menambahkan enzim khusus ke dalam nektar bunga yang kemudian berubah menjadi madu. Enzim ini menghasilkan hidrogen peroksida dalam jumlah kecil yang berfungsi sebagai antibakteri alami. Inilah sebabnya madu bisa bertahan sangat lama tanpa pengawet buatan.
LEBAH KECIL, PERAN BESAR
Proses pembuatan madu bukan hal sederhana. Lebah harus mengunjungi ribuan bunga untuk menghasilkan sedikit madu. Mereka bekerja dengan ketelitian tinggi, menyimpan madu di sarang dengan struktur khusus agar tetap kering dan terlindungi.
Kerja sama lebah dalam satu koloni menunjukkan keteraturan dan ketekunan yang luar biasa. Dari makhluk kecil inilah tercipta makanan yang bukan hanya lezat, tetapi juga menyimpan manfaat kesehatan dan daya tahan yang menakjubkan.
APA KATA ALKITAB?
Amsal 16:24 berkata:
"Perkataan yang menyenangkan adalah seperti sarang madu, manis bagi hati dan obat bagi tulang-tulang."
Seperti madu yang membawa kebaikan dan kesembuhan, perkataan dan perbuatan yang lahir dari hikmat Tuhan juga membawa kehidupan bagi sesama. Apa yang manis dan benar akan selalu bertahan, bahkan melampaui waktu.
KESIMPULAN
Madu mengajarkan kita bahwa sesuatu yang dihasilkan dengan ketekunan, keteraturan, dan tujuan yang benar akan memiliki nilai yang tahan lama. Tidak cepat rusak, tidak mudah hilang, dan tetap memberi manfaat.
Mungkin hidup kita pun bisa seperti madu—tidak selalu mencolok, tetapi membawa kebaikan yang terus dirasakan oleh banyak orang, bahkan dalam waktu yang panjang. (MA)
Ruang Kesaksian

"Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN,
yang menaruh harapannya pada TUHAN!"
Yeremia 17:7 TB
Perkenalkan nama saya Tasia, istri dari Micky Aryono dan ibu dari dua orang putri. Pada kesempatan ini, saya ingin menyaksikan kebaikan Tuhan yang telah menyembuhkan saya dari tumor payudara.
Pada tahun 2011, Tuhan telah memberikan mujizat. Penyakit kelenjar getah bening yang saya alami, sembuh dengan sempurna. Saya mengucap syukur atas semua yang telah Tuhan berikan, mujizat Tuhan terjadi atas hidup saya.
Tetapi sekalipun sudah mengenal Tuhan, saya masih hidup dalam keduniawian. Hal itulah yang mempengaruhi kerohanian saya sehingga belum dapat sungguh-sungguh dengan Tuhan. Sebagai seorang marketing, saya dan atasan terbiasa meng entertain klien. Pekerjaan saya yang penuh dengan tekanan membawa saya untuk ikut-ikutan minum alkohol dan merokok (social smoker).
Hingga suatu hari, tepatnya pada tanggal 29 Desember 2022, saya menemukan benjolan dipayudara bagian kiri. Sebagai manusia saya mulai khawatir dan sedih, namun reaksi saya lebih kepada menyalahkan diri sendiri, karena telah menyia-nyiakan tubuh yang telah Tuhan berikan. Saya merenungkan betapa sombongnya saya sehingga tidak mau bersyukur, padahal Tuhan sudah banyak menolong saya.
Saya memberitahukan keadaan itu kepada suami. Saya mengatakan bahwa saya telah lalai dan menyesal sudah tidak menjaga tubuh dengan baik. Dengan air mata yang mengalir serta hati yang hancur, saya mulai berseru kepada Tuhan meminta pengampunan dari Tuhan.
Pada saat itu, intensitas pekerjaan saya cukup tinggi dengan tiga perjalanan ke luar negeri dan ke luar kota. Puncaknya dibulan Desember, ketika membawa keluarga saya untuk liburan dan sekaligus bekerja di Bali.
Padatnya pertemuan regional membuat tubuh saya menjadi sangat lelah dan kurang cukup tidur. Tetapi saya mengabaikannya dengan ikut minum-minuman keras, sekalipun saya sadar sudah menyia-nyiakan hidup dan sangat kelewatan.
Ketika mandi, tanpa sengaja saya meraba adanya benjolan di payudara bagian kiri. Saya tidak tahu sejak kapan benjolan itu sudah ada. Dalam kekhawatiran saya berdoa kepada Tuhan memohon penyertaan-Nya serta memberikan saya hikmat untuk menjalani proses ini. Saya tidak ingin fokus kepada benjolan tersebut tetapi berserah memohon pengampunan dari Tuhan.
Pada malam tahun baru 2023, menjadi kebiasaan keluarga saya untuk berdoa bersama. Tuhan telah menuntun saya bertemu dengan sahabat saya semasa SMP. Ternyata dia pernah mengalami benjolan yang sama dan sudah berhasil dioperasi. Ia menyarankan saya berobat kepada seorang dokter spesialis bedah onkologi. Akan tetapi dia mengatakan bahwa dokter spesialis tersebut sangat banyak pasiennya sehingga sulit didapat.
Mendengar hal itu, saya berdoa meminta penyertaan Tuhan. Puji Tuhan, keesokan harinya saya langsung dapat appointment dengan dokter tersebut. Tuhan telah membuka jalan bagi saya, sehingga pada hari itu saya bisa langsung diperiksa. Hasil dari pemeriksaan tersebut ditemukan adanya tiga berjolan.
Sebelumnya saya telah memeriksa diri ke RS lain sebagai first opinion dan hasilmya ditemukan satu buah benjolan. Setelah itu saya baru diperiksa oleh dokter spesialis, proses pemeriksaan dapat berjalan dengan cepat. Tuhan memberikan segala kemudahan.
Saya tetap bersyukur, sekalipun hasilnya membuat saya terkejut. Dokter mengatakan, “untung ibu datang lebih cepat karena benjolannya masih kecil-kecil”. Ukuran benjolan yang paling besar hanya 1 cm dan lainnya sebesar 0.7 cm dan 0,6 cm.
Kemudian dokter menyarankan untuk dibiopsi agar mengetahui kategori benjolan tersebut; jenis yang jinak atau ganas. Sebelum melakukan tindakan, dokter kembali memeriksa dengan metode perabaan. Hasil dari USG sebelumnya tedapat tiga benjolan, setelah melakukan pemeriksan metode perabaan, terdapat 5 benjolan.
Setelah dibiopsi, saya harus menunggu hasilnya selama lima hari ke depan. Sebagai manusia jujur timbul rasa khawatir. Dalam keadaan tersebut, saya belajar untuk melihat dari sisi yang berbeda. Saya tidak ingin ada rasa takut, tetapi mulai mempercayai Tuhan.
Pada tahun 2011, saat saya mengalami sakit kelenjar getah bening, keadaan saya begitu lemah dan takut. Namun entah mengapa, kali ini saya dapat merasakan Tuhan telah memberikan saya kekuatan, saya lebih siap menghadapi penyakit ini bahkan dapat bersyukur kepada Tuhan.
Kebaikan Tuhan dapat saya rasakan dari perlakuan para perawat yang sudah begitu sabar dalam merawat saya padahal mereka kelihatan sudah sangat lelah; bahkan dokter pun bersedia melakukan biopsi pada hari itu juga.
Sampai-sampai perawatnya mengatakan, “ibu beruntung deh, dokter biopsinya mau melakukan tindakan hari ini juga, karena biasanya bila sudah lelah dia minta untuk keesokan harinya”. Puji Tuhan, saya merasakan kebaikan Tuhan.
Pada tahun 2011 saya pernah dibiopsi, sehingga masih terbayang betapa sakitnya dibiopsi karena bagian tubuh harus dikorek hingga pada lapisan paling dalamnya. Saya tidak dapat membayangkan lagi bagaimana bila sampai dengan lima titik. Dalam kekhawatiran itu saya mulai berdoa dan menyerahkan diri kepada Tuhan. Saya tidak fokus dengan sakitnya tetapi mulai mengucap syukur dan fokus kepada Tuhan, sebab Tuhan baik.
Ketika itu suami saya sedang dinas ke luar negeri, sehingga adik sayalah yang menemanI. Ia sampai lemas dan gemetaran melhat keadaan saya. Karena tidak kuat hatinya, ia sampai keluar dari ruang pemeriksaan. Sayalah yang seharusnya merasakan takut dan kesakitan. Namun Tuhan memberi saya kekuatan, lucunya saya juga yang harus mengantar adik saya pulang ke rumahnya.
Sebagai karyawan yang baru diangkat dengan jabatan yang baru, saya bertanggung membuat perencanaan kerja di tahun 2023. Secara manusia saya merasakan tubuh ini begitu lemah, saya sangat kesakitan pada bagian payudara dan bagian lainnya.
Saya berpikir mungkin karena hormonal karena saya sudah memasuki diusia 49 tahun. Puji Tuhan, di dalam keadaan seperti itu saya masih dimampukan Tuhan untuk dapat menyelesaikan pekerjaan dengan baik, sekalipun keadaan saya yang tidak baik sampai harus menahan rasa sakit dan sambil menunggu hasil pemeriksaan yang keluar pada waktu 5 hari.
Hari Minggunya kami beribadah di GBI GROW (CK8). Saat itu Ps. Monty bertugas membawakan Firman Tuhan. Saya merasakan Firman yang disampaikan berbicara kuat bagi saya pribadi. Selesai beribadah suami saya meminta Ps Monty untuk dapat mendoakan saya, agar hasil pemeriksaan tumornya dapat jinak.
Hasil pemeriksaan biopsi seharusnya sudah dapat keluar pada hari senin, selambat-lambatnya di hari rabu. Namun pihak RS belum juga mengabarinya. Saya mulai merasa kuatir, tetapi Tuhan mengingatkan untuk tetap tenang. Disaat ketakutan, tiba-tiba banyak teman yang menghubungi dan mulai kembali mendukung saya di dalam doa, mulai dari keluarga, teman-teman bahkan hamba Tuhan.
Puji Tuhan, tumor saya dinyatakan jinak. Lima titik yang dinyatakan tumor hanya dua, sedangkan sisanya kategorinya fam (yang istilah kedokteran biasanya ada pada setiap wanita yang ada masalah hormon).
Saya berdoa dengan sungguh-sungguh meminta hikmat kepada Tuhan. Saya teringat saat saya sakit kelenjar gentah bening di tahun 2011 saya berobatnya di Malaka, jadi kali ini saya memutuskan untuk memeriksakan juga di Malaka sebagai opsi terakhirnya.
Akhirnya saya membuat janji dengan dokter untuk berobat di Malaka. Di sanalah Tuhan memberikan mujizat buat saya, hasil pemeriksaan dua benjolan itu dinyatakan bukan tumor dan mengecil.
Padahal saya sudah mempersiapkan jika benar tumor saya sudah siap untuk operasi (angkat) daripada dibiarkan membesar. Tuhan memberkati saya dengan memberikan saya mujizat. Saya sudah tidak minum-minuman keras lagi. Gaya hidup saya mulai berubah termasuk pola tidur saya yang tidak lagi suka bergadang.
Tuhan Yesus sungguh baiik untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. Jangan pernah berhenti mengucap syukur bahkan disaat kita sedang mengalami kesesakan. Tetaplah percaya dan fokus kepada Tuhan bukan masalah, saatnya kita bangkit dan menjadi pemenang.
We use cookies to enhance your experience. By continuing to visit this site, you agree to our use of cookies.
